Redknapp Tertarik Nahkodai Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer kub sepakbola Tottenham Hotspur Harry Redknapp saat akan melakukan sesi latihan di markas tim di Chigwell, Inggris, Jumat (10/2). REUTERS/Eddie Keogh

    Manajer kub sepakbola Tottenham Hotspur Harry Redknapp saat akan melakukan sesi latihan di markas tim di Chigwell, Inggris, Jumat (10/2). REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, London - Mantan manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, mengaku tertarik menjadi pelatih tim nasional Rusia. Kursi pelatih tim Beruang Merah masih kosong sejak ditinggalkan Dick Advocaat, yang memutuskan mundur setelah gelaran Euro 2012.

    “Saya sampai saat ini belum dihubungi untuk menjadi pelatih Rusia. Tapi, saya yakin itu bakal menjadi pekerjaan yang fantastis untuk seseorang," kata Redknapp seperti dilansir The Sun, Rabu, 11 Juli 2012.

    Redknapp sendiri masih menganggur sejak dipecat Spurs pada 13 Juni lalu. Kabar pemecatan Redknapp cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya manajer berusia 65 tahun berhasil membawa Spurs bersaing di papan atas Liga Primer Inggris dalam tiga musim terakhir.

    Federasi Sepak Bola Rusia (RFU), telah memasukkan nama Redknapp dalam 13 daftar calon pengganti Advocaat, pada Selasa lalu.

    "RFU secara resmi menginformasikan rencana organisasi untuk penunjukkan pelatih kepala timnas Rusia. Berikut nama kandidatnya: Rafael Benitez, Anatoliy Byshovets, Marcelo Bielsa, Valery Gazzaev, Josep Guardiola, Fabio Capello, Andrei Kobelev, Yuri Krasnozhan, Marcello Lippi, Valery Nepomnyashchy, Nikolai Pisarev, Harry Redknapp, Yuri Semin," demikian pernyataan resmi RFU.

    THE SUN | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Ini Aksi Balotelli Berpesta di Kelab Malam

    FIFA Minta Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-17

    Jepang Menyabet Timor Leste 1–0

    Garuda Muda Tekuk Makau 2-1
    Adebayor Permanen di Spurs


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.