Ditekuk Garuda, Pepe dan Arbeloa Puji Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepler Laveran Lima Ferreira atau biasa dikenal

    Kepler Laveran Lima Ferreira atau biasa dikenal "Pepe" (Kanan) dalam laga pertandingan persahabatan antara Timnas Garuda Plus melawan Pepe, Arbeloa and Friends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (13/07). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Real Madrid, Pepe, memuji penampilan para pemain Indonesia dalam laga ekshibisi antara Tim Garuda Plus melawan tim Pepe-Arbeloa and friends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam, 13 Juli 2012. Namun ia juga mengkritik lapangan stadion yang dinilai kelewat keras.

    "Permainan para pemain Indonesia cukup bagus. Saya sempat terpancing mau main serius, tapi saya ingat ini hanya fun game. Potensi mereka (para pemain) luar biasa," katanya sesuai pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Tim Garuda Plus.

    Dalam pertandingan tersebut Pepe hanya bermain selama 23 menit di babak pertama. Sementara Alvaro Arbeloa Coca, pemain Real Madrid lain yang turut datang ke Jakarta, bermain lebih lama, yakni 32 menit.

    Secara kebetulan, satu menit setelah Arbeloa ditarik, gawang mereka kebobolan. Gol dicetak pemain Tim Garuda Plus Danilo Fernando di menit ke-33. Pepe dan Arbeloa kembali diturunkan setelah turun minum.

    Pepe sempat menjadi striker dadakan namun hingga pertandingan berakhir ia gagal menyamakan kedudukan. Sepanjang pertandingan namanya selalu dielu-elukan penonton. "Saya senang nama saya disebut-sebut terus penonton. Antusiasme dan hasrat penonton disini sangat tinggi," katanya.

    Hal senada disampaikan Arbeloa. Lagu-lagu himne Real Madrid yang dinyanyikan penonton dari tribun stadion, kata dia, "Membuat saya merasa tak asing di sini. Saya senang bisa bermain dengan para pemain tim nasional Indonesia."

    Meski baru pertama kali ke Jakarta, Arbeloa mengaku tak asing dengan Indonesia. Ia mendapat banyak informasi tentang Indonesia melalui internet. Ia berharap suatu saat nanti bisa kembali ke Indonesia dan merasakan lagi hangatnya sambutan para penonton. "Dengan waktu yang lebih lama," katanya.

    Pepe dan Arbeloa membayar lunas sambutan hangat para pendukungnya dengan mendatangi mereka disela pertandingan. Keduanya memberikan tanda-tangan, berfoto bersama, dan menyalami para penonton di tribun stadion selama sekitar 10 menit. Di akhir pertandingan, keduanya kembali menyempatkan diri menemui penonton.

    Pomotor yang mendatangkan keduanya ke Indonesia, Febry Ferdinand Momor dari Morstar Soccer Indonesia, mengatakan Pepe dan Arbeloa sebenarnya mengalami kelelahan. Keduanya baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jumat tadi setelah menempuh 14 perjalanan pesawat terbang dari Madrid, Spanyol.

    "Begitu sampai di Jakarta, setelah melalui kemacetan (dari Bandara) merka langsung main. Padahal baru makan sedikit. Jadi mohon maaf kalau mereka tidak main full time. Mereka ternyata tetap bisa menghibur." katanya. Pepe dan Arbeloa, kata Momor, sempat mengeluhkan kondisi lapangan stadion yang kelewat keras. "Lapangan stadion keras banget," kata Momor menirukan Pepe dan Arbeloa.

    Pelatih Tim Garuda Plus Nil Maizar juga memuji sikap profesional Pepe dan Arbeloa yang meski mengalami kelelahan namun tetap memberikan penampilan terbaiknya. "Mereka capek tapi tetap mau main, itu satu poin untuk mereka. Kami menikmati pertandingan ini," katanya.

    Pepe dan Arbeloa sempat memberikan sedikit petuah sebelum keduanya terbang kembali ke Madrid besok siang. Pepe yang menghabiskan masa kecilnya di Brasil mengaku bisa menjadi pemain seperti saat ini berkat kerja kerasnya. Jika ingin berhasil dalam sepak bola, kata dia, "Jangan pernah behenti mengejar impian dan selalu ingat objek yang ingin dicapai."

    Sementara Arbeloa yang baru saja meraih Piala Eropa 2012 bersama tim nasional Spanyol mengingatkan betapa pentingnya untuk tetap bersikap rendah hati. "Kerendahan hati sangat penting. Selama kita masih menginjak bumi harus rendah hati, meskipun telah menjadi juara," katanya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.