Madrid Sambut Kedatangan Luka Modric dari Spurs

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luka Modric. REUTERS/Eddie Keogh

    Luka Modric. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO , Jakarta:Pemain bertahan Real Madrid, Alvaro Arbeloa Coca, menyambut gembira rencana kedatangan Luka Modric dari Tottenham Hotspur ke Santiago Bernabeu. Namun ia mengingatkan tak akan mudah bagi Modric untuk masuk dalam skuad utama Real Madrid.

    "Dia pemain hebat. Jika dia datang (ke Real Madrid) kami akan sangat senang. Tapi posisi untuk Modric akan sangat sulit karena kami juga punya pemain hebat di posisinya. Tidak akan mudah bagi Modric karena persaingannya akan sangat ketat," katanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat, 13 Juli 2012.

    Kabar kepindahan Luka Modric ke Real Madrid disampaikan langsung Direktur Umum Real Madrid, Jose Angel Sanchez. Jose, seperti diberitakan media Spanyol, AS, mengatakan pihaknya telah bernegosiasi dengan manajemen Tottenham Hotspurs. Nilai transfer pemain Kroasia itu disebut-sebut mencapai 40 juta euro.

    Arbeloa menyatakan Madrid berambisi besar untuk mempertahankan gelar La Liga musim depan. Selain itu mereka bertekad merebut Piala Liga Champions. "Semoga tahun ini kami lebih beruntung. Tapi musim ini pastinya akan lebih sulit," katanya.

    Hal senada disampaikan pemain Real Madrid lainnya, Pepe. Ia menilai Madrid memiliki potensi besar untuk kembali merajai Liga Champions. Kegagalan Real Madrid di Liga Champions musim lalu, kata Pepe, "Hanya karena kami kurang beruntung."

    DWI RIYANTO AGUSTIAR

    Berita Terkait

    Gagal di Champions, MU Kehilangan Rp 196 Miliar

    Chelsea Raih Rp 689 Miliar dari Liga Champions

    James Rodriguez Ogah Pindah ke MU 

    Manchester United Ingin Beli Satu Pemain Lagi 

    Kagawa Buru-buru Belajar Bahasa Inggris 

    Kata Fergie Soal Posisi Bermain Kagawa dan Powell


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.