Terry Tak Bersalah, Capello Girang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fabio Capello (kanan) bersama John Terry. AP Photo/PA, Owen Humphreys

    Fabio Capello (kanan) bersama John Terry. AP Photo/PA, Owen Humphreys

    TEMPO.CO, London - Tuduhan bagi John Terry yang melakukan tindak rasialis kepada Anton Ferdinand akhirnya mentah. Pengadilan Westminster menyatakan pemain belakang Chelsea itu tidak bersalah, pada hari Jumat lalu, 13 Juli 2012.

    Keputusan sidang itu pun sekaligus membuat mantan manajer tim nasional Inggris, Fabio Capello, senang. Ungkapan kegembiraan Capello disampaikan oleh anaknya sendiri, Pierfilippo. “Kami baru saja melihat berita online, dan kami sangat bahagia,” kata Pierfilippo kepada SunSport.

    Pierfilippo, yang berprofesi sebagai pengacara, juga menyatakan pendapatnya soal keputusan hakim. “Menurut pandangan saya, jawaban akhir dari permasalahan ini berasal dari mana, maka dari sanalah seharusnya muncul (merujuk pada Federasi Sepak Bola Inggris atau FA).”

    Pembebasan Terry itu tentu sangat memalukan bagi FA. Pasalnya, FA telah mendakwa Terry dan mencopot jabatan kapten dari lengannya pada Februari lalu. Atas dasar inilah Capello memutuskan mundur dari jabatannya.

    Pencopotan jabatan kapten Terry dinilai sebagai keputusan yang terburu-buru dari FA. Padahal penunjukan dan pencopotan ban kapten biasanya dilakukan oleh manajer tim. Capello sendiri merasa tidak setuju atas keputusan FA dan merasa otoritasnya telah diinjak-injak.

    Kasus itu sendiri berawal ketika Terry dan Anton Ferdinand berhadapan dalam laga Liga Primer Inggis antara QPR melawan Chelsea di Loftus Road, 23 Oktober tahun lalu. Kala itu kedua pemain terlibat adu mulut di lapangan. Ferdinand mengaku dihina secara rasis oleh Terry.

    Bebasnya Terry menimbulkan tanda tanya besar. Siapakah yang telah berbuat benar; pengadilan, Terry, Ferdinand, Capello, atau FA? Meski begitu, yang jelas Capello merasa senang. Sepertinya ia merasa telah melakukan keputusan tepat dengan mundur dari jabatan manajer Inggris. The Three Lions sendiri gagal mendulang prestasi di Euro 2012.

    THE SUN | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Ditekuk Garuda, Pepe dan Arbeloa Puji Indonesia

    Liverpool Merasa Terhormat Bermitra dengan Garuda

    Liburan ke Spanyol, Balotelli Bersama Cewek Baru

    Sao Paulo Ledek Tawaran Inter untuk Lucas

    Beckham: Saya Tak Pantas Nyalakan Api Olimpiade

    Manchester United Ingin Beli Satu Pemain Lagi

    Jual Ibra dan Silva, Milan Bidik Astori-Destro

    Timnas U-13 Tahan Malaysia 1-1

    Ronaldo Bersantai dan Termotivasi di Thailand

    Madrid Sambut Kedatangan Luka Modric dari Spurs


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.