LPI dan LSI Bisa Bersatu Akhir Musim Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Peleburan kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI) masih menunggu hasil kesepakatan Komite Bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 2 Agustus 2012. Namun, Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus memperkirakan peleburan menjadi satu kompetisi baru bisa dilakukan pada akhir musim.

    Alasannya, kalau dilebur sekarang akan banyak persoalan, karena akan diikuti oleh 34 klub, dengan perincian 16 klub LPI dan 18 klub LSI. “Ini kan tidak mungkin karena satu kompetisi maksimal diikuti 22 klub," kata Sihar kepada Tempo, Ahad, 29 Juli 2012.

    Pemangkasan klub, dari 34 menjadi 22 klub, juga akan menimbulkan persoalan. "Masing-masing akan merasa lebih berhak," katanya. Sehingga alternatifnya, Sihar melanjutkan, peleburan dilakukan pada musim depan. Artinya, pada musim ini LPI dan LSI bergulir seperti biasa. Nanti di akhir musim, baru dilebur. Penentuan klub yang berhak masuk berdasarkan peringkat di kompetisi masing-masing.

    "Nah, nanti tinggal disepakai klub yang menempati berapa terbesar yang bisa masuk peleburan. Misalnya top 10 dari LSI dan top 5 dari LPI," katanya. "Kalau sekarang dipaksakan akan sulit menentukannya."

    Peleburan kompetisi akan dibahas Komite Bersama PSSI, komite yang dibentuk konfederasi sepak bola Asia (AFC) untuk menyelesaikan beberapa persoalan sepak bola Indonesia, pada 2 Agustus mendatang.
    Ketua Komite Bersama Todung Mulya Lubis mengatakan saat ini CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Widjajanto, selaku operator LPI sudah duduk bareng dengan CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono, selaku operator LSI.

    "Widja dan Djoko sudah duduk bareng dan kami akan mendapat laporan pada 2 Agustus nanti. Kalau penyatuan dua liga sudah disepakati, kita bahas poin berikutnya," kata Todung. "Saya tidak ingin mengungkapkan gagasan secara detail poin penyatuan liga."

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


    Berita Terpopuler:
    Dahlan Iskan Disindir Komnas HAM: Bisanya Urus Tol

    30 Persen Mahasiswa ITB dari Keluarga Kaya Raya

    Ahok Diserang Akun @cinta8168

    Runtuhnya ‘Tembok Tabu’ Olimpiade

    NasDem Pede Kalahkan Demokrat di Pemilu 2014

    AC Milan Permalukan Chelsea

    Berpuasa di Kutub Utara

    Polisi Akhirnya Berani Stop FPI

    Ma''ruf Amin Sarankan Pemilih Islam Coblos Foke 

    Indonesia Didesak Selesaikan Masalah Rohingya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.