Eko Yuli dan Triyatno 'Angon' Kambing Bareng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eko Yuli Irawan memberi hormat saat bertanding angkat besi di Olimpiade London 2012 (30/7). Eko Yuli memperoleh medali perunggu dan penyumbang medali pertama untuk Indonesia. AP/Hassan Ammar

    Eko Yuli Irawan memberi hormat saat bertanding angkat besi di Olimpiade London 2012 (30/7). Eko Yuli memperoleh medali perunggu dan penyumbang medali pertama untuk Indonesia. AP/Hassan Ammar

    TEMPO.CO , Lampung: Dua atlet angkat besi peraih medali perak dan perunggu di Olimpiade 2012 di London, Triyatno dan Eko Yuli Irawan, sama-sama penggembala kambing dan kerbau saat mereka kecil. Bahkan, Triyatno dan Eko Yuli pernah menggembala kambing bersama.

    “Dia (Eko Yuli) dan Triyatno biasa angon kambing di sekitar stadion (Kota Metro),” kata Watiah, 45 tahun, orang tua Eko Yuli.

    Triyatno menyabet medali perak pada nomor angkat besi kelas 69 kilogram putra. Sedangkan Eko Yuli mengantongi perunggu pada nomor angkat besi kelas 62 kilogram.

    Mereka berasal dari Kota Metro Lampung dan sebelum menjadi atlet keduanya adalah penggembala kambing dan kerbau. Kedua atlet itu juga berasal dari desa yang sama yaitu Tejoagung, Metro, Lampung.

    Triyatno merupakan anak pasangan Suparno dan Sukatinah yang lahir pada 20 Desember 1987. saat masih sekolah di Kota Metro bekerja sebagai penggembala kerbau. Selepas pulang sekolah, dia langsung membawa kerbau ke padang rumput di dekat stadion Kota Metro.

    “Sambil menggembala kerbau dia terkadang ikut nimbrung latihan angkat barbel. Pelatih lalu tertarik dengan struktur otot dan mengajaknya berlatih,” kata Suparno, 50 tahun, saat dihungi Tempo, Rabu, 1 Agustus 2012.

    Latar belakang Eko Yuli juga tidak jauh berbeda. Sebelum bergelut di dunia angkat barbel, Eko kecil adalah seorang penggembala kambing.

    NUROCHMAN ARRAZIE

    Berita lain:
    Triyatno Sumbang Medali Perak Olimpiade 

    Cucu Ratu Elizabeth Sumbang Medali Perak

    Phelps Peraih Medali Terbanyak Sepanjang Olimpiade 

    Pearce: Pemain Muda Patut Tiru Giggs dan Bellamy 

    Dinilai Tak Sportif, Jauhari/Polii Bakal Disidang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.