Selesaikan Soal Bepe Secara Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang pamungkas mengangkat tangan setelah usai mengalahkan tim Thailand  2-1 pada pertandingan AFF Suzuki Cup 2010 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (07/11). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Bambang pamungkas mengangkat tangan setelah usai mengalahkan tim Thailand 2-1 pada pertandingan AFF Suzuki Cup 2010 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (07/11). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum The Jak Mania, Ayah Rico, menyarankan manajemen Persija untuk menyelesaikan masalah pemain bintangnya, Bambang Pamungkas, secara baik-baik. "Bepe (Bambang Pamungkas) itu sebenarnya dalam dilema," katanya kepada TEMPO via ponsel, Rabu, 8 Agustus 2012.

    Rico menjelaskan, Bambang dalam dilema saat memutuskan memperkuat timnas menghadapi klub asal Spanyol Valencia, Sabtu lalu. Sebagai pemain profesional, menurut dia, Bepe ingin dapat bertanding setiap saat dia ingin. Apalagi, ketika ada klub hebat Valencia datang ke Indonesia, naluri bermainnya pasti muncul.

    Senin lalu, klub sepak bola Persija Jakarta mempertimbangkan memberi sanksi Bambang Pamungkas, karena kapten klub Persija itu membela tim nasional melawan klub asal Spanyol Valencia tersebut. Padahal, manajemen klub telah melarang Bambang untuk membela timnas.

    Rico berpendapat, Bambang tidak bisa disalahkan begitu saja dengan bermain melawan Valencia. "Lagipula, itu hak Bambang sebagai seorang pemain sepakbola untuk bertanding," kata Rico.

    Sebagai pemain sepakbola, menurut Rico, Bambang pun pasti tidak mau melewatkan kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali dalam hidupnya. Penyataan Persija yang siap melepas Bambang dinilai Rico terburu-buru.

    Diakui oleh Rico bahwa klub berperan besar dalam membesarkan pemain (bukan sebaliknya), namun kontribusi Bambang bagi Persija juga sangat besar. "Lebih baik Bambang dipanggil, duduk bersama mencari solusi terbaik,” jelas Rico.

    Dia ingatkan jangan ada pihak-pihak yang memojokkan pemain maupun klub, apalagi menggunakan media massa. “Jangan ada yang memancing di air keruh,” katanya lagi.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.