KONI Minta PSSI Djohar Jangan Seperti Anak-anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat berkunjung ke Kantor Koran Tempo, Jakarta, Jumat (13/1). Dalam kunjungannya Johar mempresentasikan sejumlah agenda PSSI kedepan. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin saat berkunjung ke Kantor Koran Tempo, Jakarta, Jumat (13/1). Dalam kunjungannya Johar mempresentasikan sejumlah agenda PSSI kedepan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Hamidi, menyatakan pihaknya akan menegur Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kubu Djohar Arifin Husin yang mengancam akan mundur dari KONI. "Akan kami beri teguran secara persuasif sampai teguran keras, lisan dan tertulis," kata Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Hamidi, kepada Tempo, Rabu, 12 September 2012.

    PSSI Djohar kecewa, karena Panitia Besar PON ke-18 Riau 2012 menolak tim tiga sepak bola provinsi yang berinduk ke PSSI Djohar, yakni Jawa Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan. "Pak Djohar harusnya lebih mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan PSSI," ujar Hamidi.

    Dia juga menyarankan agar PSSI menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin, jangan sebentar-sebentar ngomong ke pers. "Tak perlu hanya dikoran, kayak anak kecil saja yang tidak diakomodir malah marah. Kalau mau menggugat, silakan." Sebenarnya, kata dia, sengkarut ini disebabkan oleh permasalahan internal PSSI yang tidak kunjung selesai antara kubu Djohar dengan PSSI kubu La Nyalla Mattalitti, tapi dibawa-bawa ke PON.

    "FIFA kan sudah meminta kepada PSSI agar menyelesaikan persoalan melalui Joint Committee (Komite Bersama), tapi belum selesai," ujar dia. Menurut Hamidi, KONI juga sudah minta agar PSSI menyelesaikan masalahnya. "Tapi mereka malah tidak menyelesaikan," ujar Hamidi. "Mari duduk bersama, persatuan didahulukan," dia menandaskan.

    Hamidi meminta kepada PSSI agar jangan sampai persoalan yang belum selesai di PSSI malah dibawa-bawa ke PON yang tidak berhubungan langsung dengan konflik di PSSI. “PON sudah berjalan sejak enam tahun yang lalu, sebagai kesepakatan KONI-KONI daerah. Semua ada salurannya, kami tak menyumbat,” katanya. Sebaliknya, kata dia, Dohar menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa. "Mereka kan dipilih oleh anggotanya untuk kepentingan bangsa."

    Meski para wasit PSSI versi Djohar mengundurkan diri dari PON, namun bisa diselesaikan dengan baik oleh PB PON. "Buktinya, pertandingan di PON tetap berjalan. Kekurangan wasit sudah terpenuhi." Menurut Hamidi, PB PON sudah mencoba mencari titik temu agar tidak terjadi konflik, tapi belum selesai pertandingan sudah berjalan. "Wajar saja kalau ada yang terima dan tidak terima," katanya.

    ALI ANWAR

    Berita lain:
    Liputan Khusus Pekan Olahraga Nasional Riau 2012

    Tembok Venue Menembak Jebol Diterjang Peluru
    PSSI Adukan KONI ke Menpora
    Inilah Daftar 10 Universitas Terbaik di Dunia 2012

    Kepergok Plesiran di Denmark, Anggota DPR ''Ngeles''

    Afridi Dipaksa Makan Bak Anjing di Penjara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.