Tiga Lagi Suporter Indonesia Dikeroyok di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih timnas Indonesia Nil Maizar (tengah) memberikan intruksi kepada anak buahnya usai latihan di lapangan Institut Penilaian Negara , Selangor, Malaysia, Selasa (27/11). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Pelatih timnas Indonesia Nil Maizar (tengah) memberikan intruksi kepada anak buahnya usai latihan di lapangan Institut Penilaian Negara , Selangor, Malaysia, Selasa (27/11). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur -  Laga penentuan yang bakal memutuskan kelanjutan nasib tim Malaysia, baru akan berlangsung Sabtu 1 Desember 2012 mendatang, tapi tensi perseteruan antara pendukung tim Harimau Malaya dan tim Garuda sudah memanas. Malaysia harus mengalahkan Indonesia untuk maju ke babak selanjutnya, sedangkan Indonesia cukup seri saja untuk melenggang.

    Dampak dari tensi perseteruan yang memanas ini dialami para suporter Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Tiga suporter Indonesia dianiaya dan jam tangannya diambil.

    "Ketika itu, saya memang keluar agak akhir dari stadion bersama tiga kawan lainnya," kata korban pemukulan itu, Ferry Werdinandus Oge, pada Tempo, Kamis 29 November 2012.  

    Di luar stadion, mendadak mereka dikejar-kejar suporter tim Malaysia. Suporter Indonesia yang mengenakan baju timnas yang berlogo Garuda jadi bulan-bulanan. "Yang berbaju biasa, malah dibiarkan," kata Ferry. Setelah dikeroyok, jam tangan Ferry dirampas. Sampai saat ini, Ferry belum melapor ke polisi.

    MASRUR (KUALA LUMPUR)

    Berita Terpopuler:
    10 Gol Tendangan Bebas Xavi 

    Fontaine: Hanya Messi yang Bisa Samai Rekor Saya 

    Gonzales Kirim Doa untuk Irfan Bachdim Dkk 

    Falcao Bermimpi Main di Inggris 

    Bambang Pamungkas, Bintang Kemenangan Indonesia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.