Andik: Lawan Malaysia Ibarat Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andik Vermansah berusaha keluar dari jegalan pemain Laos dalam laga kualifikasi grup B Piala Suzuki AFF di stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, (25-11). (AP Photo/Lai Seng Sin)

    Andik Vermansah berusaha keluar dari jegalan pemain Laos dalam laga kualifikasi grup B Piala Suzuki AFF di stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, (25-11). (AP Photo/Lai Seng Sin)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur -- Gelandang serang tim nasional sepak bola Indonesia, Andik Vermansyah, menilai pertandingan Indonesia melawan Malaysia--partai terakhir babak penyisihan Grup B turnamen Piala AFF--seperti sebuah laga final. Laga yang akan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, malam nanti, itu akan menentukan "hidup atau mati" kedua tim.

    "Pertandingan ini seperti partai final karena menentukan timnas masuk semifinal atau tidak," kata Andik saat ditemui di Hotel Palace of the Golden Horses, Kuala Lumpur, kemarin. Indonesia hanya memerlukan hasil imbang untuk bisa lolos. Sedangkan Malaysia, yang merupakan juara bertahan, harus menang agar bisa melaju.

    Untuk memenangi laga "final" tersebut, Andik mengaku sudah siap fisik dan mental. "Indonesia melawan Malaysia merupakan laga bergengsi," ujarnya. (Baca: Andik Akan Dicium Artis Norwegia Bila Cetak Gol)

    Pemain yang mencetak gol spektakuler ke gawang Singapura ini menilai, secara tim, Malaysia adalah tim yang bagus. "Kekurangan Malaysia, saya belum tahu, karena saya tidak menyaksikan saat mereka bertanding. Kalau nonton, saya justru mikir apa yang harus saya lakukan," katanya. Pemain Persebaya Surabaya ini optimistis Indonesia akan menang atas Malaysia. "Yang jelas, kami akan menang."

    Sejak 1957, Indonesia dan Malaysia telah 66 kali bertanding: 29 kali dimenangi tim Merah Putih, 16 kali imbang, dan sisanya (21 kali) dimenangi Malaysia. Dalam pertemuan terakhir pada 2010, timnas dipaksa menelan pil pahit karena kalah agregat gol pada final Piala AFF. Tim Merah Putih kalah 0-3 di Kuala Lumpur, tapi hanya mampu membalas 2-1 di Jakarta. Hasil itu membuat Indonesia kembali gagal meraih trofi pertamanya dalam turnamen ini.

    Saat ini, Indonesia berada di peringkat pertama klasemen sementara Grup B dengan empat poin. Singapura dan Malaysia berturut-turut di posisi kedua dan ketiga dengan tiga poin. Singapura berada di atas Malaysia karena unggul selisih gol. Peringkat terakhir diisi Laos dengan satu poin dari hasil imbang melawan Indonesia dalam laga perdana.

    Sementara itu, Irfan Bachdim, penyerang Indonesia, menyebutkan, ada trio pemain Malaysia yang berbahaya, yakni Noorshahrul Idlan Talaha, Safee Sali, serta gelandang Safiq Rahim. "Nomor 8 (Safiq Rahim), 9 (Norshahrul Idlan), dan 10 (Safee Sali) merupakan pemain paling berbahaya," kata Irfan.

    Trio tersebut berperan besar dalam tim Malaysia. Pada pertandingan lalu, Safiq dan Safee masing-masing mencetak satu gol. Sedangkan Norshahrul beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tim Indonesia dengan gerakan cepatnya.

    Meskipun demikian, Irfan percaya bahwa dirinya dan rekan-rekan akan mampu mengantisipasi pergerakan tiga pemain tersebut dan permainan timnas Malaysia secara umum. "Kami adalah tim yang kuat. Kami pasti menang, meski disebut tidak berpengalaman. Walaupun tidak berpengalaman, kami akan bisa membawa trofi pulang ke Jakarta," ujar pemain kelahiran Belanda itu.

    Irfan pun tidak sabar segera menjalani partai hidup-mati tersebut. "Ini pertandingan besar. Saya sangat optimistis bisa melaju ke semifinal," kata pemain didikan akademi Utrecht di Liga Belanda tersebut.

    ARIE FIRDAUS


    Perkiraan Susunan Pemain

    Indonesia (4-4-2): Endra Prasetya; Novan Setya, Fachruddin, Valentino, Raphael Maitimo; Oktavianus Maniani, Tonnie Cusell, Taufik, Elie Aiboy; Bambang Pamungkas, Irfan Bachdim.

    Malaysia (4-4-2): Farizal Marlias; Mahali Jasuli, Aidil Zafuan, Mohammad Shas, Muslim; Wan Zack Wan Nor, Safiq Rahim, Shaari, Kunanlan; Safee Sali, Norshahrul Idlan Talaha.

    Berita Terpopuler Lainnya
    Malaysia Jamin Keselamatan Penonton Indonesia
    Video Malaysia Hina Indonesia Diduga Hanya Dubbing
    Doa Emha Ainun Najib, KPK Segera Bubar

    Malaysia Hina Indonesia, Wakapolri Nanan Berang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.