Suporter Malaysia Hadang Pendukung Indonesia di Bukit Jalil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua suporter Indonesia terjatuh di kolam saat berusaha melarikan diri dari hadangan suporter Malaysia di depan stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, (1/12). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Dua suporter Indonesia terjatuh di kolam saat berusaha melarikan diri dari hadangan suporter Malaysia di depan stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, (1/12). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Kelompok suporter Malaysia sempat menghadang suporter Indonesia untuk memasuki Stadion Nasional Bukit Jalil, Sabtu sore, 1 Desember 2012, sekitar pukul 16.45 waktu Kuala Lumpur. Beberapa orang dengan atribut merah-putih sempat menjadi korban pemukulan. Dari atribut yang digunakan, kelompok suporter Malaysia berasal dari Ultras Malaya.

    Kelompok suporter Malaysia itu mendesak suporter Indonesia ke arah Stasiun Bukit Jalil, yang berada di sisi utara stadion. Suasana sempat memanas. Kedua kelompok suporter saling berhadapan dan meneriakkan yel masing-masing.

    Suasana panas sempat mereda dan pendukung Indonesia berangsur kembali mendekati stadion. Namun beberapa orang tanpa atribut kembali menyerang suporter Indonesia dan membuat situasi kembali panas. Beruntung, polisi melerai dan mengamankan situasi.

    Sebagai antisipasi pecahnya keributan kembali, polisi mengarahkan pendukung Indonesia memasuki stadion.

    Kondisi di sisi utara tersebut berbeda dengan sisi lain stadion. Pendukung Indonesia dan Malaysia berbaur dan berfoto bersama. Meski menyanyikan yel masing-masing, tidak ada gesekan fisik di antara mereka.

    Pertandingan Indonesia-Malaysia sendiri dimulai pukul 20.45 waktu Malaysia atau 19.45 WIB. Pertandingan nanti akan menentukan nasib kedua tim untuk melaju ke babak semifinal. Malaysia wajib menang untuk lolos. Adapun Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang.

    ARIE FIRDAUS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.