PSSI Beri Jaminan Pemain dalam Timnas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim melakukan latihan mengangkat barbel di  hotel Palace of the Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia, (29/11). Sejumlah pemain Timnas melakukan latihan untuk menghadapi Malaysia dalam babak penyisihan grup B Piala AFF. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Irfan Bachdim melakukan latihan mengangkat barbel di hotel Palace of the Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia, (29/11). Sejumlah pemain Timnas melakukan latihan untuk menghadapi Malaysia dalam babak penyisihan grup B Piala AFF. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menjamin para pemain asal Liga Super Indonesia (LSI) yang bergabung ke tim nasional bila mereka dikenai sanksi oleh klub mereka. PSSI akan menampung para pemain tersebut di klub-klub yang ada di Liga Prima Indonesia (LPI) bila memang mereka harus meninggalkan klub mereka.

    "Kami akan tampung para pemain itu. Kami akan menjamin mereka (pemain yang terpaksa meninggalkan klub LSI)," kata Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz, di Jakarta, Kamis sore, 27 Desember 2012.

    PSSI, pada 20 Desember lalu, memanggil 43 pemain yang disiapkan untuk menjalani pemusatan latihan tim nasional menjelang Kualifikasi Piala Asia 2015. Mayoritas pemain yang dipanggil berasal dari klub-klub peserta kompetisi LSI. Namun beberapa klub telah menyatakan keberatan melepas pemainnya ke timnas dengan alasan hanya akan melepas pemain jika timnas dibentuk oleh Tim Gugus Tugas Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    "Besok kami akan surati semua klub dan meminta mereka mengikuti aturan hukum PSSI dan menjelaskan semua itu," ujar Halim.

    PSSI menetapkan batas waktu akhir kepada para pemain untuk bergabung ke timnas pada 3 Januari mendatang. Pemusatan latihan nasional akan dimulai pada 4 Januari 2013 di Medan, Sumatera Utara.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.