PSSI Ancam Cabut Keanggotaan Klub LSI yang Tak Patuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PSSI,Halim Mahfudz. ANTARA/Saripudin

    Sekjen PSSI,Halim Mahfudz. ANTARA/Saripudin

    TEMPO.CO, Jakarta- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengancam akan mencabut keanggotaan klub Liga Super Indonesia yang tidak mematuhi aturan PSSI. 

    Menurut Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz, aturan itu antara lain melepas para pemain untuk memperkuat tim nasional dan memundurkan jadwal kompetisi Liga Super Indonesia mulai 9 Februari, atau bertepatan dengan mulainya kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI).

    "Kami minta semua klub kembali pada yurisdiksi PSSI. Besok kami akan surati semua, baik klub atau regulator LSI, PT Liga Indonesia," kata Halim, di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2012. "Jika tidak hormati PSSI, kami akan cabut keanggotaannya."

    Sesuai dengan surat Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada November 2012, kata Halim, PSSI telah dinyatakan sebagai satu-satunya organisasi yang berhak mengatur sepak bola di Indonesia. "Jadi semua harus kembali ke PSSI. Kami akan tegaskan nanti di surat."

    Terkait dengan pemusatan latihan timnas untuk kualifikasi Piala Asia 2015, PSSI memberi batas waktu akhir bagi para pemain untuk bergabung hingga 3 Januari 2013. Jika masih ada yang berkeras tidak hadir, PSSI masih memberi toleransi hingga 9 Januari. Jika mereka tidak hadir juga, Halim menyatakan PSSI akan mengambil tindakan tegas.

    "Jika menolak, seperti yang kami bilang tadi, bisa saja diperberat, misalnya keanggotannya dicabut. Tapi detail sanksi nanti akan dibahas di Komite Disiplin dan Komite Etik PSSI. Yang jelas, pasti akan ada sanksi bagi mereka," kata Halim. "Yang jelas, kami juga akan laporkan mereka ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF)."

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.