Dua Pekan Lagi, Masa Depan Walcott Bakal Terjawab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Theo Walcott melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Newcastle United dalam laga Liga Premier Inggris di stadion Emirates, London, (29/12). Arsenal permalukan tamunya dengan skor 7-3. (AP Photo/Tom Hevezi)

    Theo Walcott melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Newcastle United dalam laga Liga Premier Inggris di stadion Emirates, London, (29/12). Arsenal permalukan tamunya dengan skor 7-3. (AP Photo/Tom Hevezi)

    TEMPO.CO, London - Dalam beberapa bulan di penghujung tahun 2012, Arsenal dipaksa memutar otak soal perpanjangan kontrak Theo Walcott. Namun, Arsenal tampaknya telah menemui titik terang. Masa depan Walcott di Stadion Emirates dikabarkan akan terjawab dalam 14 hari ke depan.

    Manajemen klub telah bekerja keras sejak Agustus lalu. Perpanjangan kontrak sudah mereka ajukan, namun Walcott menolak karena meminta upah tinggi. Arsenal menawarinya gaji 75 ribu poundsterling per pekan, namun pemain 23 tahun itu menuntut 100 ribu poundsterling per pekan.

    Melihat performa Walcott yang kian menanjak, manajemen tampaknya mulai luluh untuk memenuhi tuntutan gaji Walcott. Arsenal dan pemain yang juga meminta dimainkan di posisi penyerang tengah itu diprediksi telah menemui kesepakatan gaji. Walcott diperkirakan menerima upah di kisaran 85 ribu sampai 90 ribu poundsterling.

    Manajer Arsene Wenger sendiri telah berulang kali menyatakan dirinya optimistis bisa mempertahankan mantan pemain Southampton itu. “Klub ini mencintai Theo, dan Theo mencintai klub ini,” kata manajer asal Prancis ini.

    Sementara itu, The Gunners juga mengincar pemain Crystal Palace, Wilfred Zaha. Wenger siap meningkatkan tawaran kepada Palace untuk mengalahkan klub peminat lainnya seperti Manchester United dan manchester City.

    DAILY MAIL | SKY SPORTS | ANTONIUS WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.