Mitra Kukar Taklukkan Persija 2-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mitra Kukar mengalahkan tuan rumah Persija dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad sore, 12 Januari 2013. Dua gol Mitra dihasilkan Jajang Mulyana di menit ke-19 dan Esteban Jose di menit ke-41. Adapun gol Persija diciptakan Pedro Javier di menit ke-20.

    Bermain di bawah guyuran hujan hampir sepanjang babak pertama, tim tamu mengambil inisiatif jalannya pertandingan. Dimotori Ahmad Bustomi, Mitra Kukar beberapa kali membahayakan gawang Persija, yang dijaga Galih Sudaryono, pada awal-awal pertandingan. Namun, akibat kurang tenang dan kondisi lapangan yang licin, serangan lebih banyak gagal.

    Gol untuk Mitra Kukar akhirnya tercipta di menit ke-20. Memanfaatkan umpan terobosan dari sebuah serangan balik cepat, Jajang Mulyana lolos dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Galih. Dengan mudah, Jajang menceploskan bola, mengecoh Galih.

    Setelah kebobolan, Persija tersentak. Anak asuh Iwan Setiawan ini langsung meningkatkan serangan. Walhasil, satu menit berselang, dari serangan cepat di sisi kiri pertahanan Mitra Kukar, Robertino Pugliara mengirim umpan silang ke kotak penalti dan diterima Pedro Javier, yang tidak terjaga. Pedro lolos setelah dengan cerdik berhenti agak jauh dari gawang. Adapun barisan pemain belakang Mitra Kukar telanjur turun dengan cepat ke gawang. Pedro melepaskan tendangan keras dan tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Samsidar. Kedudukan sama kuat 1-1.

    Namun, setelah gol, Persija seolah terlena dengan menurunkan tensi serangan. Akibatnya, Mitra Kukar beberapa kali kembali mampu mengancam pertahanan Persija, yang dikoordinasi Fabiano Beltrame. Di ujung pertandingan babak pertama, Mitra pun akhirnya unggul 2-1, setelah Esteban Jose mencetak gol melalui tendangan penalti. Penalti diberikan setelah salah seorang pemain belakang Persija menyentuh bola di dalam kotak penalti.

    Esteban menceploskan bola dengan mudah ke sisi kiri atas Galih. Galih terkecoh karena telanjur menjatuhkan badan ke sisi kiri bawah. Skor 2-1 untuk Mitra bertahan hingga jeda.

    Kick-off babak kedua sempat tertunda beberapa saat akibat lapangan tergenang air. Ketika pertandingan kembali dilanjutkan, genangan masih ada di beberapa titik lapangan dan menghambat laju bola. Pemain kedua tim pun kesulitan mengontrol bola.

    Setelah genangan surut, pertandingan kembali berjalan cepat. Persija melakukan beberapa pergantian untuk menjaga ritme. Beberapa peluang dari bola mati yang didapat Fabiano Beltrame pun tidak berhasil menjebol gawang Samsidar.

    Sedangkan Mitra yang terlihat cukup puas dengan skor 2-1 lebih banyak menunggu. Namun mereka masih mampu menciptakan peluang, khususnya lewat sepakan pojok. Seperti peluang Arif Suyono di pengujung pertandingan, yang masih mampu ditepis Galih. Peluang itu menjadi peluang emas terakhir di pertandingan tersebut. Skor 2-1 untuk Mitra Kukar pun bertahan hingga akhir.

    Dengan kemenangan itu, Mitra Kukar mencatat rekor penuh di dua partai tandang pada awal musim. Sebelumnya, anak asuh Stefan Hansson ini juga menang atas PSPS Pekanbaru. Adapun Persija masih mandek karena sebelumnya ditahan imbang oleh Persisam Samarinda.

    Menanggapi kekalahan tersebut, pelatih Iwan mengakui melakukan kesalahan karena memaksakan Ngurah Nanak sebagai pemain utama. Nanak sebelumnya belum pernah berlatih bersama skuat Persija pada persiapan jelang kompetisi karena gajinya masih ditunggak. "Itu salah saya. Terbukti penjagaan Nanak tidak ketat karena belum pernah berlatih bersama," kata Iwan.

    Adapun Stefan Hansson senang dengan kemenangan kedua di awal kompetisi. "Kami memulai dengan bagus di 45 menit pertama. Saya senang dengan kemenangan ini," kata Stefan.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.