Carrick: Lawan Tottenham, Laga Berat buat MU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Carrick. AP/Kirsty Wigglesworth

    Michael Carrick. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO.CO, London - Manchester United melakukan lawatan ke London Utara guna melawan Tottenham Hotspur di White Hart Lane dalam ajang Liga Primer Inggris, 20 Januari 2013. Menurut gelandang MU, Michael Carrick, ini bakal menjadi laga yang berat bagi timnya.

    "Itu bisa menjadi pertandingan sulit yang harus kami lalui di musim ini," kata pemain jebolan akademi West Ham United itu kepada The Sun. "Kami mempunyai hasil yang bagus di sana, namun kami tahu ini bakal berlangsung berat."

    MU memang mempunyai catatan yang bagus setiap bertandang ke White Hart Lane. Dalam lima pertemuan terakhir di Liga Inggris, pasukan Sir Alex Ferguson belum pernah menelan pil pahit. Dua laga berakhir dengan kemenangan, sementara sisanya imbang.

    Namun, Tottenham sekarang adalah tim yang berbeda. Di bawah arahan Andre Villas-Boas, Jermain Defoe dan kawan-kawan bertransformasi menjadi tim kuat. Salah satu tim yang sudah merasakan perubahan kualitas The Lilywhites adalah The Red Devils.

    Pada pertemuan pertama musim ini di Old Trafford, MU dipermalukan Tottenham 2-3. Dengan kualitas pemain yang merata di berbagai sektor, Carrick menilai, Tottenham bisa menjadi salah satu pesaing MU dalam perebutan gelar juara di masa depan.

    "Anda harus berpikir bahwa suatu hari nanti Tottenham dapat menjadi penantang untuk gelar juara," ucap pemain yang pernah merumput di Tottenham selama dua musim ini. "Musim lalu, mereka menjadi penantang, dan begitu juga pada tahun ini."

    MU kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 55. Klub tersukses di Inggris ini unggul empat poin dan 13 angka atas Manchester City dan Chelsea, yang berada di urutan kedua serta ketiga. Adapun Tottenham memimpin 15 angka.

    SPORTS MOLE | SINGGIH SOARES TONCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.