Dihukum PSSI, Begini Reaksi Atep

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung Atep berebut bola dengan pemain Persiwa Wamena Vali Khorsandi  pada laga Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/1). TEMPO/Prima Mulia

    Pemain Persib Bandung Atep berebut bola dengan pemain Persiwa Wamena Vali Khorsandi pada laga Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/1). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten Persib Bandung, Atep, berharap manajemen klubnya turun tangan memberikan solusi terkait sanksi larangan bermain yang dijatuhkan kepada dia dan 2 pemain Maung Bandung lainnya.

    "Saya serahkan ke manajemen saja yang menyelesaikan karena manajemen yang menentukan (pemain bergabung timnas atau tidak)," ujarnya di Stadion Persib Bandung, Selasa petang, 22 Januari 2012. "Kalau manajemen tidak turun tangan, nanti kami (pemain) yang disalahkan, dianggap tidak profesional. Padahal, siapa, sih, pemain yang tidak ingin dipanggil tim nasional."

    Meski begitu, secara pribadi, Atep mengaku heran atas sanksi PSSI tersebut. Alasannya, dia dan pemain klub Liga Super Indonesia lainnya bermain di bawah liga besutan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia. "Saya yakin, kalau manajemen turun tangan, masalah ini bisa cepat selesai. Karena klub, manajemen, dan pemain semua ingin yang terbaik untuk kita semua," katanya.

    PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 6 bulan atau denda Rp 100 juta kepada 22 pemain klub Liga Super. Alasannya, para pemain tersebut dianggap mangkir dari panggilan tim nasional hingga 17 Januari lalu.

    Atep serta dua pemain Persib lainnya, yakni gelandang M. Ridwan dan kiper I Made Wirawan, termasuk pemain yang dikenai sanksi tersebut.

    ERICK P. HARDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.