Skandal Sepak Bola Eropa, Begini Jawaban UEFA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • soccerphotosbase.com

    soccerphotosbase.com

    TEMPO.CO, Belanda - Asosiasi Sepak Bola Eropa, UEFA, menyatakan siap bekerjasama dengan kepolisian Eropa, Europol, dalam proses penyelidikan skandal pengaturan skor yang menimpa sepak bola Eropa. Skandal itu telah berlangsung selama tiga atau empat tahun terakhir ini.

    "Kami akan berkoordinasi dengan Europol terkait laporan apapun dari pengaturan skor pertandingan di kompetisi Eropa," ujar juru bicara UEFA, Senin, 4 Februari 2013. Ia melanjutkan, pihaknya berharap mendapatkan informasi lebih lanjut dari Europol dalam beberapa hari ke depan.

    Sepertinya yang diberitakan sebelumnya, Europol mengungkapkan, terdapat pengaturan skor dalam 380 hasil pertandingan di sepak bola Benua Biru, termasuk dua laga di Liga Champions dan penyisihan kualifikasi Piala Dunia. Namun mereka belum memerinci laga-laga itu karena masih menyelidikinya.

    "Kami telah menemukan sebuah jaringan kriminal yang luas," kata direktur Europol, Rob Wainwright. "Pada skala yang belum kami tentukan sebelumnya." Sedikitnya 425 kru terlibat dalam skandal ini. Kru itu meliputi, wasit, direktur klub, pemain, dan anggota jaringan penjahat.

    Europol juga menyebutkan sindikat judi Asia yang berbasis di Singapura adalah dalang dalam skandal ini. Sindikat ini diduga mendapatkan keuntungan sampai 8 juta euro atau setara Rp 104 miliar. Mereka pun mengeluarkan uang sekitar Rp 26 miliar kepada pihak-pihak yang terlibat dalam skandal ini di setiap laganya.   

    THE GUARDIAN | SINGGIH SOARES TONCE

    Baca Juga:
    Ibas Disebut Akan Jadi Ketua Umum, Ketua Fraksi Demokrat Diam

    Direktorat Pajak Bisa Telusuri Kisruh Pajak SBY

    Resep Obat Menyesatkan di Klinik Tradisional Cina

    Berkas Rasyid Rajasa Masuk Pengadilan Pekan Ini 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.