Menunggak Gaji, Persewangi Rekrut Pemain Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSM Makssar Peter Segart (kanan) mengamati pemain asing Ochai Agbajie asal Nigeria saat mengikuti seleksi pemain PSM Makassar di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (8/2). TEMPO/Fahmi Ali

    Pelatih PSM Makssar Peter Segart (kanan) mengamati pemain asing Ochai Agbajie asal Nigeria saat mengikuti seleksi pemain PSM Makassar di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (8/2). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Klub Sepak Bola Banyuwangi, Persewangi, nekat merekrut pemain baru meski masih menunggak gaji pemain asing asal Prancis, Moukwelle Ebwanga Sylvain.

    Persewangi merekrut 22 pemain baru dan satu di antaranya merupakan pemain asing asal Paraguay, Nelson Chapparo Aguero. Seluruh pemain itu direkrut untuk satu musim pertandingan yang berakhir Juni 2013 mendatang.

    Selama satu semester tersebut, Persewangi harus menyiapkan uang Rp 2,5 miliyar untuk gaji pemain dan biaya operasional. Padahal Persewangi belum melunasi tunggakan gaji  Moukwelle sebesar Rp 167 juta.

    Humas Persewangi, Niklas Andreas, mengatakan, tunggakan gaji Moukwelle merupakan tanggungan manajemen lama. "Tahun 2013 ini Persewangi sudah berganti manajemen," kata dia Selasa 5 Februari 2013.

    Menurut Niklas, Persewangi merekrut pemain baru karena harus melanjutkan kompetisi Divisi Utama yang dimulai bulan Februari ini. Gaji dan biaya operasional, kata dia, ditanggung oleh manajemen dengan cara iuran. Sebab hingga kini Persewangi belum mendapat sponsor.

    Meski begitu, kata dia, manajemen lama tetap berusaha mencari uang untuk melunasi gaji Moukwelle. Dia khawatir bila masalah itu tak kunjung selesai, Persewangi akan mendapat sanksi dari FIFA. "Persewangi telah tiga kali dapat surat teguran dari FIFA," kata dia.

    Moukwelle saat dikonfirmasi Tempo, mengatakan, kecewa dengan Persewangi yang tak kunjung melunasi gajinya. Dia mengaku lelah menunggu. "Aku kecewa dengan banyak orang di Banyuwangi," kata dia melalui pesan singkat.

    Moukwelle memperkuat Persewangi dalam Divisi Utama sejak 15 November 2011. Dalam perjanjian, Moukwelle seharusnya mendapatkan imbalan Rp 297,5 juta yang terdiri dari gaji, sign fee dan tiket pesawat terbang. Namun sejak Januari 2012 hingga Juli 2012, Persewangi belum membayar hak Moukwelle senilai Rp 167,5 juta.

    Selama setahun ini Moukwelle hidup dari sisa tabungannya. Bahkan Moukwelle sempat kehabisan uang saat menderita sakit typhus. Awal Januari lalu, Moukwelle sempat dirawat di salah satu rumah sakit Banyuwangi.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.