Ini Jurus Blanco Gembleng Timnas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru timnas Indonesia asal Argentina Luis Manuel Blanco (tengah) bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kiri) dan Dubes Argentina Javier Sanz de Urquiza. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Pelatih baru timnas Indonesia asal Argentina Luis Manuel Blanco (tengah) bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kiri) dan Dubes Argentina Javier Sanz de Urquiza. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO , Jakarta - Luis Manuel Blanco datang ke PSSI untuk didaulat menjadi pelatih kepala tim nasional Indonesia. Selain Blanco, PSSI juga memboyong dua orang Argentina lainnya: Jorge Di Gregorio dan Macos Conenna. Gregorio diplot menjadi asisten Blanco sementara Conenna ditugasi melatih fisik para pemain.


    "Saya datang ke sini bukan untuk mengikuti kebiasaan di Indonesia, tapi Indonesia yang harus mengikuti kebiasaan kami," kata mantan pemain Boca Juniors, Kamis 7 Februari 2013. "Saya menjadi pelatih kepala, termasuk di timnas U-23."


    Pelatih asal Argentina ini sudah menyiapkan program. Setidaknya ada tiga hal yang akan ia bedah, yakni fisik, mental dan visi pemain. Menurutnya fisik para pemain Indonesia tak jauh berbeda dengan para pemain Argentina, sama-sama berpostur mungil.


    Bedanya, kata dia, ada di kekuatan fisik. Inilah yang bakal ia genjot. "Walaupun postur mereka (pemain-pemain Argentina) tidak terlalu tinggi, tapi mereka bisa bersaing dengan pemain Eropa posturnya lebih tinggi," katanya. "Agar bisa seperti itu, tidak bisa tidak, fisik dan mental pemain harus terus dilatih.”

    Blanco akan membagi latihan dalam dua grup. Satu grup dilatih langsung olehnya dan grup lain akan dilatih Macos Conenna. Masing-masing akan berlatih selama 60 menit kemudian dirotasi. "Mereka juga akan mempelajari teori psikologis agar punya visi memenangkan setiap pertandingan."

    Selain menuntut fisik dan mental juara, ia juga menuntut para pemain untuk terus menempa karakter mereka. Dengan kata lain, mereka harus siap bekerja keras. "Kalau tidak mau berjuang keras, tidak layak berada di timnas,” katanya. "Saya ingin timnas yang memiliki karakter."

    Tapi, sebelum program itu dijalankan, Blanco meminta waktu 2 pekan untuk memindai kemampuan dan kekuatan fisik para pemain. Ia bahkan telah menonton laga Indonesia melawan Irak dalam laga Pra Piala Asia 2015 di Dubai, semalam. Meski kalah 0-1, menurut Blanco, tehnik para pemain sudah lumayan.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR | ARIE FIRDAUS



    Berita terpopuler:

    Daging Impor, Luthfi-Suswono Bertemu Bos Indoguna

    Diyakini Masih Hidup, Kuburan Dibongkar
    Capres 2014, Jokowi Diibaratkan Sebagai Anak Macan
    KPK: Ahmad Fathanah Operator Penerima Suap
    Banjir, Jakarta Macet Total


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.