Pemain Sepak Bola Balkan 'Teror' Seri A Italia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stevan Jovetic. AP Photo/Fabrizio Giovannozzi

    Stevan Jovetic. AP Photo/Fabrizio Giovannozzi

    TEMPO.CO, Roma - Kompetisi sepak bola Italia adalah satu pelabuhan favorit para pemain sepak bola dari penjuru dunia. Balkan, wilayah yang mayoritas dikuasai negara-negara pecahan Yugoslavia, adalah salah satu pengekspor pemain sepak bola ke kompetisi sepak bola Negeri Pizza tersebut.

    Dulu pemain-pemain asal Balkan sempat menguasai Seri A, seperti Dejan Savicevic, Predrag Mijatovic, Sinisa Mihajlovic, Alen Boksic, Zvonimir Boban, dan masih banyak lagi. Pemain-pemain veteran asal Balkan juga masih menginjakkan kakinya di Italia seperti Dejan Stankovic (Inter Milan), Goran Pandev (Napoli), dan Igor Budan (Atalanta).

    Kini pemain sepak bola asal Balkan tetap menghiasi kancah Seri A musim ini. Bahkan, pada jendela transfer Januari kemarin, Inter memboyong dua pemain asal Balkan, yakni Zdravko Kuzmanovic dan Mateo Kovacic. Selain pemain baru tersebut, masih ada pemain yang lebih dulu mengadu nasib di Seri A, seperti Nenad Tomovic (Fiorentina), Senad Lulic (Lazio), Josip Ilicic (Palermo), Samir Handanovic (Inter), Dusan Basta (Udinese), dan masih banyak lagi.

    Berikut adalah lima pemain muda asal negeri Balkan yang patut disorot selama kiprahnya di Seri A hingga saat ini:

    1. Stefan Savic (Fiorentina)

    Stefan Savic pindah ke tanah Italia bukanlah keinginannya waktu itu. Sebab, pemain internasional Montenegro berusia 22 tahun itu hanya sebagai alat barter Manchester City untuk mendapatkan bek Serbia Matija Nastasic.

    Namun, kedatangannya ke Fiorentina sebagai pengganti bek muda berusia 19 tahun itu cukup membuat pelatih Vincenzo Montella terkesima. Sejauh musim ini, dari 25 laga, Fiorentina Savic telah bermain sebanyak 17 pertandingan dan mencetak dua gol.

    2. Nenad Krsticic (Sampdoria)

    Musim ini bukanlah tahun pertama Nenad Krsticic merumput di Italia. Gelandang asal Serbia ini telah bergabung dengan Sampdoria sejak musim 2010-2011 saat masih berusia 19 tahun. Namun, ketatnya persaingan di kubu Blucerchiati untuk bermain di Seri A sangat ketat dan dia hanya menghiasi bangku cadangan di musim pertamanya.

    Degradasinya Sampdoria ke Seri B menjadi berkah tersendiri bagi pemain yang saat ini telah berusia 22 tahun ini. Krsticic mencatat 13 laga di Seri B di bawah asuhan Ciro Ferrara. Posisi Krsticic tetap aman meskipun Ferrara dipecat dan digantikan oleh Delio Rossi pada Desember 2012. Sejauh musim ini dia telah tampil sebanyak 20 pertandingan dan mencetak 1 gol di Seri A.

    3. Adem Ljajic (Fiorentina)

    Adem Ljajic sempat diboyong Manchester United saat masih berusia 17 tahun dengan status percobaan. Sayangnya, kariernya di sana tidak terlalu bagus. Dia pun lebih memilih menimba ilmu sepak bola bersama Partizan. Dua musim di sana, Ljajic direkrut Fiorentina dengan nilai transfer 8 juta euro atau sekitar Rp 103,23 miliar.

    Kedatangan Sinisa Mihajlovic menggantikan Cesare Prandelli membuat gelandang serang Serbia itu lebih banyak kesempatan bermain. Kedatangan Delio Rossi menjadi mimpi buruk bagi Ljajic. Puncaknya saat Fiorentina bermain imbang 2-2 melawan Novara, pelatih berusia 52 tahun itu menggantikan Ljajic ketika pertandingan baru berjalan 32 menit. Delio Rossi bahkan menghina Ljajic karena saat itu La Viola tertinggal 0-2 terlebih dahulu sebelum menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

    Akibat insiden penghinaan itu, jajaran direksi Fiorentina memutuskan memecat Delio Rossi dan menggantikannya dengan pelatih sementara Vincenzo Guerini hingga akhir musim 2011-2012. Kedatangan Montella musim ini ke Artemio Franchi menjadi berkah bagi Ljajic. Sejauh musim ini, dia telah bermain sebanyak 17 pertandingan dan mencetak tiga gol di Seri A.

    4. Miralem Pjanic (Roma)

    Setelah menghabiskan tiga musim luar biasa bersama Lyon di Ligue 1, Miralem Pjanic dibeli Roma dengan nilai transfer 11 juta euro atau sekitar Rp 141,94 miliar pada musim 2011-2012. Kedatangan gelandang berusia 22 tahun itu ke Giallorossi sebagai pengganti Jeremy Menez yang hengkang ke Paris Saint-Germain.

    Musim pertamanya di Roma, Pjanic langsung mendapat kepercayaan Luis Enrique, yang saat itu menjabat sebagai pelatih. Di bawah pelatih asal Spanyol itu, pemain asal Bosnia-Herzegovina itu bermain sebanyak 30 pertandingan dan mencetak tiga gol serta sembilan assist.

    Di musim keduanya bersama klub ibu kota Italia itu, Zdenek Zeman datang menggantikan Enrique. Strategi Zeman menarik sang kapten Francesco Totti menjadi playmaker membuat Pjanic sulit bersaing. Sebab, Zeman lebih gemar menurunkan Alessandro Florenzi, Erik Lamela, dan Totti sebagai tiga gelandang serang di belakang satu penyerang. Walhasil, Pjanic baru bermain sebanyak 16 pertandingan di Seri A sejauh ini. Namun, dia tetap tampil menawan ketika diberi kesempatan bermain. Bahkan, Barcelona dan Arsenal sempat diisukan tertarik memboyong dia dari Roma.

    5. Stevan Jovetic (Fiorentina)

    Ini dia pemain rebutan klub-klub elite Eropa. Stevan Jovetic semakin berkembang untuk menjadi penyerang bintang. Keahliannya sebagai striker dan secondary striker membuat klub top seperti Juventus, Arsenal, City, dan Barcelona kepincut. Namun, harganya yang tinggi, yaitu senilai 30 juta euro atau sekitar Rp 387,11 miliar, membuat klub-klub kesulitan membelinya dari Fiorentina. Padahal, La Viola membeli pemain berusia 23 tahun itu hanya dengan nilai 8 juta poundsterling atau sekitar Rp 120,02 miliar.

    Musim ini adalah musim kelima Jovetic bersama Fiorentina sejak pindah dari Partizan pada musim 2008-2009. Kedatangannya ke Artemio Franchi langsung menjadi pilihan utama Prandelli kala itu. Bahkan, ketika Fiorentina bermain di Liga Champions musim 2009-2010, Jovetic tampil ciamik dengan mencetak lima gol dari enam penampilan. Sayang timnya kandas di babak 16 besar dari Bayern Munchen.

    Cedera ligamen di lutut kanannya pada pramusim 2010-2011 membuat dia absen sepanjang musim. Namun, di musim berikutnya, Jovetic kembali menampilkan permainan terbaiknya. Sepanjang musim 2011-2012, pemain asal Montenegro itu bermain sebanyak 27 pertandingan dan mencetak 14 gol di Seri A. Kini di bawah asuhan Montella, Jovetic tetap bermain konsisten dengan mencetak 11 gol dari 20 pertandingan Seri A sejauh ini.

    BERBAGAI SUMBER | JOKO SEDAYU

    Terpopuler:
    PSSI Berbeda Penafsiran dengan Menpora Soal Surat FIFA

    Persebaya 1927 Tolak Lepas Pemainnya ke Timnas

    Messi Siap Tambah Satu Rekor Lagi

    Sihar Ragukan Klaim Menpora

    Alba Puji Gol ke-300 Messi untuk Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.