Heynckes Tidak Kaget Munchen Bisa Kalahkan Arsenal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jupp Heynckes. AP Photo/Matthias Schrader

    Jupp Heynckes. AP Photo/Matthias Schrader

    TEMPO.CO, Munchen - Pelatih Bayern Munchen, Jupp Heynckes, mengaku tidak heran tim besutannya bisa menaklukan Arsenal dengan mudah di Stadion Emirates pada leg pertama babak 16 besar Liga Chmapions. Menurut dia, kekuatan timnya musim ini sulit untuk dikalahkan oleh siapa pun.

    Die Roten menghempaskan tuan rumah Arsenal dengan skor 1-3. Heynckes mengungkapkan solidnya lini belakang Munchen menjadi salah satu faktor keberhasilan timnya mengalahkan The Gunners dan kesuksesan musim ini. "Kami telah melihat segalanya dalam sepak bola, namun tentu saja, musim ini, sangatlah sulit untuk melawan kami," kata Heynckes.

    "Saya pikir dalam 23 pertandingan liga kami, kami baru kebobolan tujuh gol. Itu sangat luar biasa. Jadi, sangatlah sulit untuk mencetak gol ke gawang kami," pelatih berusia 67 tahun itu menambahkan.

    Namun, Heynckes juga melanjutkan bahwa pertahanan bukan satu-satunya kehebatan Munchen musim ini. Pelatih yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid itu mengatakan ketajaman pemainnya dalam mencetak gol patut diacungi jempol. Sejauh ini, FC Hollywood telah mencetak 18 gol dari tujuh pertandingan di Liga Champions.

    "Tim saya selalu dalam posisi untuk mencetak gol, setidaknya satu atau dua gol per pertandingan. Jadi. kami memiliki peluang besar untuk maju ke babak berikutnya. (Namun) kami tidak akan meremehkan mereka di leg kedua," tutur Heynckes.

    GUARDIAN | JOKO SEDAYU

    Terpopuler:
    Montolivo Ngebet Melawan Barcelona

    Allegri: AC Milan Masih Punya Kesempatan

    Berlusconi Menyesal Lepas Pirlo

    Pepe Ingin Jumpa Porto di Final Liga Champions

    Capello: Messi Harus Dikawal Dua Pemain


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.