Allegri: Di Camp Nou Barcelona Tidak Ada Bedanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri. REUTERS/Tony Gentile

    Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Milan - Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengungkapkan pada leg kedua di Camp Nou, permainan Barcelona tidak jauh berbeda dengan tadi malam. Blaugrana kalah 2-0 dari Rossoneri di San Siro, Kamis dinihari, 21 Februari 2013 WIB.

    Milan memang menang 2-0 berkat gol dari Kevin-Prince Boateng dan Sulley Ali Muntari, namun secara keseluruhan permainan, Barcelona menguasai jalannya pertandingan sampai 65 persen. Meski begitu Allegri tidak akan mengubah permainan timnya di leg kedua nanti karena Barcelona akan memainkan permainan yang sama.

    "Kami tidak akan menghadapi Barcelona yang berbeda di Spanyol karena ini adalah gaya bermain mereka dan mereka selalu bermain dengan cara yang sama. Leg kedua akan sangat sulit, tetapi kami harus mencoba untuk mendapatkan gol lagi," kata Allegri.

    Salah satu faktor keberhasilan Milan mengalahkan Barcelona adalah dengan mematikan pergerakan bintang Argentina Lionel Messi. Allegri mengaku puas dengan disiplinnya barisan pertahanan timnya. "Para pemain bermain baik dalam hal memutus umpan dan penjagaan pemain lawan. Kami membatasi ruang Lionel Messi dan berhasil menghentikan aliran bola yang cenderung berasal dari gelandang mereka," ucapnya.

    Pelatih berusia 45 tahun itu juga menambahkan belum puas dengan jumlah agregat 2-0 saat ini. Allegri berharap Dewi Fortuna tetap menaungi saat timnya bertandang ke klub asal Catalan tersebut. "Sekarang, hasil ini tidak cukup untuk memenuhi kelolosan kami. Jadi, kami juga berharap untuk mendapatkan hasil positif di Nou Camp," kata Allegri.

    FOOTBALL-ITALIA | JOKO SEDAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.