Mafia Pengatur Skor Ditangkap di Milan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tan Seet Eng alias Dan Tan yang disinyalir menjadi gembong dalam mafia pengatur skor pertandingan sepak bola di beberapa negara Eropa. nst.com.my

    Tan Seet Eng alias Dan Tan yang disinyalir menjadi gembong dalam mafia pengatur skor pertandingan sepak bola di beberapa negara Eropa. nst.com.my

    TEMPO.CO, Milan - Admir Suljic belum sempat melangkahkan kakinya di kota mode Milan, Italia, ketika beberapa polisi memepetnya di Bandara Malpensa, Milan, Kamis pagi kemarin. Suljic diduga berperan penting dalam jaringan mafia pengatur skor sepak bola yang selama ini dibidik kepolisian Italia.

    Kepolisian di Italia, seperti dikutip dari Guardian, mengatakan Suljic datang ke Milan dari Singapura untuk menyerahkan diri. Kepolisian Italia sendiri telah menetapkannya sebagai buron sejak Desember 2011. "Dia elemen penting untuk memetakan jaringan pengatur skor," demikian pernyataan dari polisi setempat.

    Suljic diduga memiliki hubungan erat dengan Tan Seet Eng alias Dan Tan yang disinyalir menjadi gembong dalam mafia pengatur skor pertandingan sepak bola di beberapa negara Eropa. Sampai saat ini, Dan Tan masih belum terlacak, meski polisi telah menangkap lebih dari 50 orang dan menyelidiki keterlibatan 150 orang lainnya.

    Dan Tan, menurut laporan interpol, mengatur skor sejumlah pertandingan dari Singapura. Mereka diduga mengatur sekitar 680 pertandingan di berbagai even, mulai dari babak penyisihan Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, dan Liga Champions.

    Kabar penangkapan Admir Suljic sebelumnya telah dibocorkan Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald Noble. Saat berbicara di konferensi internasional untuk memerangi pengaturan skor pertandingan di Kuala Lumpur, Malaysia, Noble mengatakan seorang anggota mafia pengatur skor bakal ditangkap di Milan Kamis pagi ini.

    "Ini penangkapan penting karena dunia sudah terlanjur meyakini bahwa petugas tidak bisa berbuat banyak pada organisasi mafia ini," kata Noble. "Dunia mengira Tan dan organisasi kriminalnya tak tersentuh."

    Mengenai kritik terhadap Singapura yang tak juga menahan Dan Tan, menurut Noble, karena kepolisian Singapura belum memiliki cukup bukti. "Upaya kita mengejar para pengatur skor juga berjalan lambat karena kami kurang bekerja sama dan belum cukup berbagai informasi."

    GUARDIAN | DWI RIYANTO AGUSTIAR

    Berita sepakbola lainnya:
    Muntari Beberkan Rahasia Taklukan Barcelona
    Alasan Iniesta Kalah dari Milan

    Allegri: Di Camp Nou Barcelona Tidak Ada Bedanya

    Milan Taklukkan Barcelona, Ini Komentar Mereka

    Pique Berharap Keajaiban di Camp Nou


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.