Gugur dari Liga Europa, Rapor Rodgers Kian Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool, Luis Suarez menunjukan kekecewaannya setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Liga Europa karena kalah agregat dari Zenit St. Petersburg di Stadion Anfield, Liverpool (21/2). REUTERS/Darren Staples

    Penyerang Liverpool, Luis Suarez menunjukan kekecewaannya setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Liga Europa karena kalah agregat dari Zenit St. Petersburg di Stadion Anfield, Liverpool (21/2). REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, Liverpool - Liverpool kembali terbuang dari salah satu kompetisi yang diikutinya musim ini. The Reds kini tersingkir di babak 32 besar Liga Europa dari Zenit St. Petersburg. Hasil buruk itu semakin membuat rapor tim besutan Brendan Rodgers tersebut semakin memerah.

    Kemenangan 3-1 Steven Gerrard dan kawan-kawan atas Zenit di Anfield pada dinihari tadi, 22 Februari 2013 WIB tidak cukup melangkahkan kaki mereka ke babak 16 besar Liga Europa. Pasalnya, Liverpool kalah 0-2 pada leg pertama di Stadion Petrovsky. Hasil ini membuat klub asal Merseyside itu tinggal berlaga di Liga Premier Inggris.

    Meskipun kerap memenangkan pertandingan dengan skor luar biasa, tidak konsistennya permainan Liverpool menjadi hukuman mereka gagal di setiap ajang yang diikutinya. Liverpool lebih dulu tersingkir di Piala Liga saat ditaklukan Swansea City 1-3 di Anfield. Berikutnya mereka dipermalukan Oldham Athletic 3-2 pada ajang Piala FA di Boundary Park.

    Sekarang skuad asuhan Rodgers hanya bisa menargetkan finis di posisi keempat Liga Premier Inggris untuk bisa lolos ke kualifikasi Liga Champions musim depan. Namun, target itu pun tampaknya cukup berat. Sebab, mereka terpaut sembilan poin dengan peringkat keempat yang saat ini dihuni Tottenham Hotspur. Belum lagi Liverpool juga harus saling sikut dengan Arsenal dan Everton.

    Namun, Rodgers tetap optimis Liverpool bisa finis di peringkat empat besar pada akhir musim Liga Premier Inggris. "Musim kami baru berakhir saat laga terakhir Liga Premier Inggris melawan Queens Park Rangers selesai. Kami mencoba finis pada posisi setinggi mungkin," kata manajer berusia 40 tahun itu.

    Dengan fakta bahwa Liverpool tidak akan mengangkat trofi pada musim ini, Rodgers tetap memuji para pemainnya. Pujian tersebut dia lontarkan saat timnya menang 3-1 dari Zenit dinihari tadi. "Saya berpikir kami memperlihatkan kualitas kami. Kami memang kalah tetapi kami memenangi pertandinga," ucap Rodgers.

    THE SUN | INDEPENDENT | JOKO SEDAYU

    Baca juga:
    Muntari Beberkan Rahasia Taklukan Barcelona

    Alasan Iniesta Kalah dari Milan

    Besok, La Nyalla Kembali Berkantor di PSSI

    Allegri: Di Camp Nou Barcelona Tidak Ada Bedanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?