Lawan Milan, Inter Terancam Tanpa Ranocchia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andrea Ranocchia. thesun.co.uk

    Andrea Ranocchia. thesun.co.uk

    TEMPO.CO, Milan - Internazionale mendapatkan kabar buruk menjelang laga derby della Madonnina melawan AC Milan dalam lanjutan Seri A di Stadion Giuseppe Meazza pada 25 Februari 2013. Inter terancam tidak bisa diperkuat palang pintu andalan, Andrea Ranocchia.

    Bek berusia 25 tahun itu mendapatkan cedera ketika tampil menghadapi CFR Cluj, di Stadionul Dr. Constantin Radulescu, Jumat dinihari tadi. Ketika laga memasuki menit ke-86, Ranochia harus menepi ke pinggir lapangan karena merasakan sakit di bagian lututnya. Karena Inter sudah melakukan tiga pergantian, mereka bermain dengan 10 pemain hingga laga berakhir.

    “Tim ini memberi respon yang baik dengan meraih kemenangan (sebelumnya Inter kalah 4-1 pada pekan lalu),” kata pelatih Andrea Stramaccioni. “Namun, berita buruknya adalah kami harus kehilangan Ranocchia karena cedera. Saya belum tahu kabar terbaru tentangnya. Tapi kehilangan dia adalah hal yang sangat disayangkan.”

    Akan tetapi, Inter juga mendapatkan berita bagus dengan kembalinya bek Cristian Chivu. Pemain asal Rumania itu sudah berada di bangku cadangan ketika menghadapi Cluj. Di lain pihak, Walter Samuel dan Matias Silvestre masih menjalani pemulihan.

    Pertandingan Milan tentu sangat penting bagi perjalanan Nerazzurri di laga-laga berikutnya. Andai Inter menang, mereka berpeluang menempati posisi tiga besar klasemen. Saat ini Inter berada di posisi lima dengan perolehan 43 poin, terpaut satu angka dari Milan yang duduk di peringkat tiga.

    INTER.IT | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Besok, La Nyalla Kembali Berkantor di PSSI

    Ini Surat Doa Presiden FIFA Kepada Roy Suryo

    Mafia Pengatur Skor Ditangkap di Milan

    Siaran Milan Vs Barca Terganggu, Ibra Jadi Teknisi

    Messi Masih Kesulitan Hadapi Tim Asal Italia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.