City Siap Gaji Yaya Toure Rp 3 Miliar per Pekan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Yaya Toure melakukan selebrasi, seusai mencetak gol ke gawang Newcastle, dalam Liga Primer Inggris di  St James' Park, Newcastle,  (15/12). AP/Scott Heppell

    Pemain Manchester City Yaya Toure melakukan selebrasi, seusai mencetak gol ke gawang Newcastle, dalam Liga Primer Inggris di St James' Park, Newcastle, (15/12). AP/Scott Heppell

    TEMPO.CO, Manchester - Klub raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City, dikabarkan bakal mengajukan perpanjangan kontrak baru kepada Yaya Toure. Meski kontrak Yaya masih tersisa dua musim lagi, yaitu Juni 2015, City ingin mengikat Yaya dengan kontrak baru berdurasi lima tahun.

    Seperti dilansir Daily Star, Ahad, 24 Februari 2013, The Citizens siap memberi Yaya gaji sebesar 11 juta poundsterling (Rp 161 miliar) per tahun, atau 220 ribu poundsterling (Rp 3 miliar) per pekan.

    Sejak didatangkan dari Barcelona pada Juli 2010 lalu, Yaya mampu memberikan kontribusi besar buat City. Pemain asal pantai Gading itu berhasil membawa City menjadi juara Piala FA di musim pertamanya, dan mempersembahkan gelar Liga Primer di musim kedua.

    “Liga Primer sangat fantastis. Saya senang berada di kompetisi ini. Saya ingin tinggal di sini untuk waktu yang lama. Saya selalu ingin berada di sini,” kata pemain berusia 29 tahun ini.

    Manajer Roberto Mancini tentu sangat senang jika Yaya bersedia memperpanjang kontraknya. Pasalnya, Yaya sempat digoda Chelsea dengan tawaran gaji yang sangat menggiurkan. “Yaya adalah pemain yang sangat penting untuk Manchester City,” ujar Mancini.

    DAILY STAR | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    David Luiz Buka Pintu Untuk Barcelona

    Alasan Investor Arab Beli Roma

    Suporter Madrid Ingin Laudrup Gantikan Mourinho

    Bradford Menolak Tampil di Liga Europa

    Fakta-fakta Menarik Manchester City Vs Chelsea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.