Persebaya Gilas Bontang FC 5-0

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persebaya Surabaya Mario Karlovic (tengah), berusaha meloloskan diri dari penjagaan dua pesepakbola Bontang FC pada petandingan Liga Prima Indonesia 2013 yang berlangsung di Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (24/2). TEMPO/Prasetyo

    Pesepakbola Persebaya Surabaya Mario Karlovic (tengah), berusaha meloloskan diri dari penjagaan dua pesepakbola Bontang FC pada petandingan Liga Prima Indonesia 2013 yang berlangsung di Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (24/2). TEMPO/Prasetyo

    TEMPO.CO, Surabaya - Persebaya Surabaya 1927 menggilas Bontang FC 5-0 dalam laga pertama kompetisi Liga Prima Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Ahad, 24 Februari 2013.

    Gelandang serang asal Kroasia, Mario Carlovic, mengawali pesta gol tuan rumah dengan mencetak dua gol, masing-masing di menit ke-53 dan 59. Striker kedua Feri Ariawan juga menyumbangkan dua poin, yakni pada menit ke-85 dan 89.

    Adapun satu gol sisanya dicetak Andik Vermansyah di menit ke-72. Seusai mencetak gol, Andik melakukan selebrasi dengan membuka jersey dalamnya bertuliskan: "Bersatulah Sepak Bola Indonesia".

    Sebenarnya sejak babak pertama Persebaya terus-menerus mengurung pertahanan lawan. Erol Iba dan kawan-kawan seperti mengajari Bontang FC bagaimana bermain bola. Namun, mereka baru berhasil mencetak gol di babak kedua.

    Penjaga gawang Persebaya Endra Prasetya bahkan tak berkeringat karena gawangnya steril dari serangan lawan. Lini tengah Bontang juga tak berkembang lantaran kedodoran mengimbangi duet M. Taufiq dan Goran Ganchev.

    Asisten Pelatih Bontang FC, Dedy Siswanto, mengatakan anak-anak asuhnya telah bermain maksimal. Namun, ia mengakui bahwa kemampuan Ridwansyah dan kawan-kawan masih di bawah Persebaya. "Kami tahu diri," kata Dedy.

    Dedy tak memungkiri kekalahan Bontang tak lepas dari ketidakhadiran pelatih kepala Fachri Husaini di tepi lapangan. Namun, Dedy enggan mengatakan mengapa Fachri absen. "Ada sesuatu dan lain hal sehingga coach Fachri absen," kata Dedy.

    Adapun pelatih Persebaya 1927 Ibnu Grahan merasa puas dengan keberhasilan timnya. Menurut Ibnu, ia beruntung karena menangani tim yang sudah padu.

    "Para pemain sudah lama berkumpul, sebagian besar sudah terbentuk sejak era pelatih Aji Santoso. Saya tinggal melanjutkan," kata Ibnu.

    KUKUH S WIBOWO

    Baca juga:
    David Luiz Buka Pintu Untuk Barcelona

    Suporter Madrid Ingin Laudrup Gantikan Mourinho

    Bradford Menolak Tampil di Liga Europa

    10 Mobil Celaka di Daytona, 28 Penonton Terluka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?