Pereira: Inter Mampu Balikkan Keadaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Uruguay Alvaro Pereira (kiri) merayakan golnya ke gawang Meksiko, dalam pertandingan Piala Amerika 2011 di La Plata, Argentina (13/7). REUTERS/Henry Romero

    Pemain Uruguay Alvaro Pereira (kiri) merayakan golnya ke gawang Meksiko, dalam pertandingan Piala Amerika 2011 di La Plata, Argentina (13/7). REUTERS/Henry Romero

    TEMPO.CO, London - Kekalahan dari Tottenham Hotspur di leg pertama babak 16 besar Liga Europa Jumat dinihari tadi, 8 Maret 2013, membuat peluang Inter Milan untuk melenggang ke perempat final kian menipis. Namun, bek Inter, Alvaro Pereira, tetap yakin timnya mampu lolos.

    Bertandang ke White Hart Lane, markas Tottenham, Inter mendapatkan hasil buruk. Tak mampu menahan gempuran Tottenham, gawang La Beneamata dibobol hingga tiga kali oleh Tottenham. Masing-masing gol itu dicetak oleh Gareth Bale, Gylfi Sigurdsson, dan Jan Vertonghen.

    Dengan hasil ini, Inter berpeluang besar untuk angkat kaki lebih awal. Jika Inter tidak ingin hal itu terjadi, mereka harus menang 4-0 saat menjamu Tottenham di Giuseppe Meazza, Jumat mendatang, 15 Maret 2013. Pereira optimistis klubnya mampu melakukannya.

    "Setiap pertandingan berbeda," kata mantan pemain FC Porto itu kepada Sport Mediaset selepas laga. "Kami punya keyakinan bahwa kami mampu membalikkan keadaan." Namun, agar hal itu terealisasi, Pereira melanjutkan, Inter tidak boleh lagi mengingat kekalahan menyakitkan ini.

    "Kami harus melupakan pertandingan ini," ujar pemain yang dibeli dengan harga Rp 127 miliar itu. "Masih ada 90 menit lagi dan kami harus bekerja keras untuk bangkit serta lolos dari babak ini." Di leg kedua nanti, Pereira tak dapat tampil karena terkena akumulasi kartu kuning.

    FOOTBALL | ITALIA | SINGGIH SOARES TONCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.