Zanetti Beberkan Alasan Kekalahan Inter Milan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Javier Zanetti. ANTARA/Ismar Patrizki

    Javier Zanetti. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Milan - Inter Milan dilumat habis oleh Tottenham Hotspur pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa di White Hart Lane, Jumat dinihari, 8 Maret 2013 WIB. Bek sekaligus kapten Nerazzurri Javier Zanetti mengungkapkan gol cepat Gareth Bale adalah faktor utama kekalahan timnya.

    Inter kalah 3-0 di kandang Tottenham. Dua gol pasukan Andre Villas-Boas terjadi pada 20 menit pertama pertandingan. Bahkan, gol Bale tercipta pada menit ke-6. "Kami sangat tidak beruntung karena mereka mencetak gol sangat awal. Itu mengubah pemainan secara keseluruhan," katanya.

    "Sayang sekali kami tidak bisa berbuat lebih baik dengan dua atau tiga kesempatan emas yang kami dapat. Jika itu terjadi, maka itu akan membuat langkah untuk lolos jauh lebih mudah," Zanetti menambahkan.

    Namun, bek berusia 39 tahun itu tetap yakin Inter bisa melaju ke babak perempat final Liga Europa. "Tetapi kita lihat nanti. Kami akan berusaha untuk itu. Kami perlu menjaga fokus kami lebih baik, terutama di awal pertandingan," ucapnya.

    Pada akhir pekan nanti Inter akan kembali bergelut di ajang Seri A untuk memperebutkan jatah ke Liga Champions musim depan. Zanetti menyerukan rekan-rekannya untuk kembali fokus dan melupakan kekalahan dari Totenham. "Sekarang kami harus segera mengalihkan perhatian kami. Kami punya pertandingan besar melawan Bologna pada Minggu," ujarnya.

    FOOTBALL-ITALIA | JOKO SEDAYU

    Terpopuler:
    Mancini Isyaratkan Bakal Jual Dzeko

    Cantona Sebut Beckham Pemain Juara

    Caretaker Pengurus PSSI Kaltim Protes

    Spurs Hajar Inter 3-0, Villas-Boaz Makin Bersinar

    Di Stefano: Media Spanyol Ingin Mourinho Pergi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.