Bale Sebut PSG dan City Bukan Tim Besar Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gareth Bale. REUTERS/Eddie Keogh

    Gareth Bale. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, London - Pemain gelandang Tottenham Hotspur, Gareth Bale, menegaskan bahwa Paris Saint-Germain dan Manchester City tidak berada dalam jajaran klub-klub besar Eropa.

    Bale kini menjadi buruan klub-klub top Eropa. Hal tersebut tak lepas dari performa apik Bale. Pemain asal Wales itu kini menjelma sebagai sumber gol Spurs. Bale telah membukukan 21 gol di semua ajang musim ini.

    Performa Bale juga mengangkat prestasi Spurs. Kini Spurs menduduki peringkat tiga klasemen Liga Primer Inggris, dan menjejakkan satu kaki di perempat final Liga Europa setelah mengalahkan Internazionale dengan skor 3-0, pada Jumat, 8 Maret 2013 lalu.

    PSG dan City telah melontarkan minat mereka untuk mendapatkan pemain 23 tahun itu pada musim depan. Namun mereka harus bersaing ketat dengan Real Madrid dan Barcelona yang juga tertarik memboyong pemain jebolan akademi Spouthampton yunior itu.

    Meski begitu, tampaknya Bale akan menampik tawaran dari PSG dan City. Bale menilai dua klub kaya raya tersebut tak berada dalam jajaran tim elit di Benua Biru.

    “PSG adalah tim yang hebat. Mereka mendatangkan pemain hebat pada musim lalu, bahkan di bursa transfer Januari. Mereka adalah klub yang harus diperhatikan di masa depan, sedikit mirip dengan Manchester City. Namun mereka belum berada di level klub-klub besar. Tidak seperti Bayern Muenchen, Madrid, atau Barcelona,” kata Bale kepada Telefoot, Minggu, 10 Maret 2013.

    SKY SPORTS | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Karanka: Gareth Bale Pemain Berkelas

    Villas-Boas Waspadai Luis Suarez

    Manchester United Siap Perpanjang Kontrak Rooney 

    Presiden PSG Enggan Boyong Mourinho

    PSIS Semarang Hajar Persipur 7-0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.