Lawan Arab Saudi, BTN Janjikan Bonus Rp 25 juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Sepak Bola Tim Nasional Indonesia, Luis Manuel Blanco, memberi instruksi kepada pemain saat latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, (13/3). ANTARA/Ismar Patrizki

    Pelatih Sepak Bola Tim Nasional Indonesia, Luis Manuel Blanco, memberi instruksi kepada pemain saat latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, (13/3). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO,  Jakarta - Badan Tim Nasional (BTN) akan memberikan bonus sekitar Rp 25 juta kepada tiap pemain ketika menghadapi Arab Saudi pada 23 Maret dalam babak kualifikasi kejuaraan sepak bola Piala Asia 2015. Bonus akan diberikan baik timnas menang maupun kalah melawan runner-up Piala Asia 2007 itu.

    "Jadi, total bonus sekitar Rp 500 juta karena total pemain nanti 23 orang. Tidak peduli menang atau kalah, para pemain akan tetap mendapatkan bonus," kata Ketua BTN, Isran Noor, Kamis, 14 Maret 2013. Namun, Isran Noor tidak memerinci asal dana untuk bonus itu.

    Pengumuman 23 nama pemain timnas dilakukan pada 19 Maret. Selain diiming-imingi bonus Rp 25 juta, BTN juga menjanjikan kenaikan uang saku para pemain.

    "Jika termasuk ke dalam 23 pemain, uang saku harian mereka naik Rp 1 juta per pemain. Sekarang saat seleksi, uang saku masih Rp 500 ribu," ujar Isran.

    Terkait anggaran timnas selama setahun, Isran menyebut angka sekitar Rp 36 miliar. Ia pun berharap pemerintah bisa membantu mencukupi nominal itu. "Diusahakan naik menjadi Rp 50 miliar di tahun selanjutnya," kata Isran.

    ARIE FIRDAUS

    Berita lain:
    Diperiksa Hari Ini, Menteri Suswono Terancam

    Siapa Jorge Bergoglio, Sri Paus yang Baru?

    Jadwal Sidang Raffi Ahmad dan Rasyid Bentrok Lagi

    Dana Safari PKS, Mendagri: Tanggungjawab Gubernur

    Suap Daging Impor, 5 yang Memberatkan Suswono



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.