Krancjar Juluki Kovacic Sebagai Profesor Sepak Bola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mateo Kovacic. uefa.com

    Mateo Kovacic. uefa.com

    TEMPO.CO, Zagreb - Pemain gelandang Internazionale, Mateo Kovacic, melakoni debut bersama Tim Nasional Kroasia ketika menghadapi Serbia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Maksimir, 22 Maret 2013. Tampil gemilang selama 90 menit penuh, Kovacic mendapat sanjungan dari rekan senegaranya, Niko Kranjcar.

    Pelatih Kroasia, Igor Stimac, membuat kejutan dengan menurunkan Kovacic dari menit pertama. Pemain 18 tahun itu diduetkan dengan Luka Modric di lini tengah. Meski baru pertama kali tampil di tim senior dan bermain dengan pemain yang lebih berpengalaman, Kovacic memperlihatkan penampilan memukau. Ia turut berperan membawa Kroasia meraih kemenangan 2-0.

    Performa Kovacic itu mengundang apresiasi Kranjcar. “Mateo adalah seorang profesor sepak bola,” kata pemain Dynamo Kiev ini.

    Kovacic sendiri mengaku senang dengan debut sempurnanya itu. Namun, ia memilih merendah. Bagi Kovacic, pemanggilannya ke timnas Kroasia dan performa apiknya di laga tersebut tak lepas dari peran rekan-rekannya di Inter serta timnas.

    “Dejan Stankovic telah bermain lebih dari 10 tahun dan menjadi panutan, sementara Samir Handanovic berbicara dengan menggunakan bahasa yang sama dengan saya dan telah memberikan banyak nasihat,” kata Kovacic.

    “Tidak mudah untuk bermain sejak awal dalam pertandingan seperti itu (melawan Serbia). Namun, saya berhasil mengesampingkan tekanan serta mendapat bantuan dari rekan setim yang lebih berpengalaman,” tutur mantan pemain Dinamo Zagreb ini.

    Sanjungan tak hanya datang dari rekan setimnya. Direktur Olahraga Inter, Marco Branca, juga memberi pujian kepada Kovacic lewat telepon setelah pertandingan. “Itu sangat menyenangkan,” ujar Kovacic.

    FOOTBALL-ITALIA | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Ketua BTN Kecam Penggantian Pelatih Timnas 

    Unjuk Keahlian, Beckham Jatuh Telentang

    Gerrard Berharap Insiden Rooney Tak Terulang 

    Coutinho Tatap Masa Depan Bersama Liverpool

    Ribery: Benzema Kurang Percaya Diri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.