Wajah Paus Fransiskus I Sesuai Mimpi Buffon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus. REUTERS/Tony Gentile

    Paus Fransiskus. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Roma - Kiper Juventus dan Italia, Gianluigi Buffon, mengungkapkan bahwa wajah Paus Fransiskus I sesuai dengan mimpinya. Paus asal Argentina itu terpilih menggantikan Paus Emeritus Benediktus XVI pada Rabu, 13 Maret 2013.

    Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu adalah paus kelima sejak Buffon dilahirkan ke dunia. Belum genap berusia satu tahun, Buffon telah mengalami tiga masa kepemimpinan paus berbeda. Setelah Buffon lahir, 28 Januari 1978, Paus Paulus VI wafat pada 6 Agustus 1978, dan kemudian digantikan Paus Yohanes Paulus I pada 26 Agustus 1978. Namun, kepemimpinan Paus Yohanes Paulus I hanya sekitar satu bulan, karena pada 28 September 1978 paus bernama asli Albino Luciani itu wafat dalam usia 65 tahun.

    Ketika Buffon beranjak berusia sembilan bulan, Paus ketiga dalam masa hidupnya terpilih. Kardinal Karol Jozef Wojtyla terpilih sebagai paus baru Gereja Katolik pada 16 Oktober 1978. Pada 19 April 2005, Paus Benediktus XVI terpilih menggantikan Paus Yohanes Paulus II yang wafat, namun pada 28 Februari 2013, paus asal Jerman itu mengundurkan diri.

    Pada 13 Maret 2013, Paus Fransiskus I menjadi paus kelima dalam masa hidup Buffon. Uniknya, wajah Paus Fransiskus I, kata Buffon, sesuai dengan wajah paus yang diimpikannya selama ini. "Dia memiliki wajah yang indah dan jiwa yang indah pula. Dia memiliki wajah yang saya mimpikan dari seorang paus," ujar kiper yang kini berusia 35 tahun itu.

    FOOTBALL-ITALIA | JOKO SEDAYU

    Terpopuler:
    Ketua BTN Kecam Penggantian Pelatih Timnas

    Unjuk Keahlian, Beckham Jatuh Telentang

    De Gea: Ferguson Bagaikan Ayah di MU

    Coutinho Tatap Masa Depan Bersama Liverpool

    Blanco Merasa Tak Pernah Diganti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.