DC United Mau Buka Sekolah Bola di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir (kiri) bersama pemain muda Indonesia Syamsir Alam memamerkan kostum DC United di Jakarta, (2/2). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Erick Thohir (kiri) bersama pemain muda Indonesia Syamsir Alam memamerkan kostum DC United di Jakarta, (2/2). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga Utama Amerika Serikat, DC United, berencana membuka sekolah sepak bola (SSB) di Indonesia. Jika hal itu terealisasi, DC akan menjadi klub pertama asal Amerika Serikat yang memiliki SSB di Tanah Air, menyusul beberapa klub Eropa yang lebih dahulu memilikinya.

    "Tapi belum bisa terwujud dalam waktu dekat, karena masih ada beberapa hal teknis yang belum rampung. Paling cepat dibentuk pada 2015," kata Erick Thohir, salah satu pemegang saham DC United, di Jakarta, Senin, 25 Maret 2013.

    Menurut Erick, opsi membentuk SSB adalah satudari  beberapa pilihan yang digodok manajemen tim asal ibu kota Negeri Abang Sam itu. "Tapi kami memilih opsi SSB berkonsep semi-akademi, sehingga para pemain yang ada bisa mendapat kesempatan tes di Amerika. Konsep itu yang sedang kami perjuangkan," ujar Erick lagi.

    Masuknya Erick menjadi salah seorang pemegang saham mayoritas di DC memang membuka peluang pesepak bola nasional untuk bermain di kompetisi Amerika Serikat. Saat ini, pemain muda Syamsir Alam telah bermain di klub tersebut, meski berstatus pinjaman dari CS Vise di Divisi Dua Liga Belgia.

    Sebelumnya, talenta lokal lain, yaitu Andik Vermansah, juga sempat menjajal kompetisi sepak bola AS, meski hanya berstatus trial.

    ARIE FIRDAUS

    Topik Terhangat: BMW MAUT || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


    Baca juga:

    DC United Gandeng Pemain Belia Indonesia
    Andik Vermansyah Yakin Bisa Bersaing di Liga AS
    Syamsir Alam Jalani Debut di DC United


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.