Dinyatakan Kalah WO, Persema Mengajukan Banding  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Persema Malang. TEMPO/Abdi Purmono

    Tim Persema Malang. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Malang - Persema Malang mengajukan banding atas keputusan PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang menyatakan Persema dua kali kalah WO (walk out) sebelum bertanding melawan tuan rumah PSM Makassar pada Rabu, 27 Maret 2013 dan Perseman Manokwari pada Minggu, 31 Maret 2013.

    ”Surat banding kami kirim kemarin dan hingga sekarang belum ada tanggapan dari LPIS. Surat resmi dari LPIS tentang kalah WO itu pun belum kami dapat,” kata Asisten Manajer Persema Dito Arief, Selasa siang, 2 April 2013.

    Dito menjelaskan, keputusan tim berjuluk Bledheg Biru tidak mendatangi kandang PSM (baca: Persema Minta Undur Jadwal Laga, PSM Protes) dan Perseman dipicu oleh hasil Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (KLB PSSI) pada 17 Maret yang dinilai sangat tidak adil. Pasalnya, KLB memutuskan unifikasi atau penyatuan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan LPI pada 2014, yang diikuti 18 klub LSI ditambah empat klub LPI.

    Namun, Persema tak bisa menjadi kontestan kompetisi kasta tertinggi tahun depan kendati nantinya mampu masuk empat besar kompetisi LPI.

    Manajemen Persema menduga keputusan KLB tentang unifikasi lebih dilatari sikap balas dendam sekelompok petinggi PSSI. Sebab, Persema merupakan  klub yang paling getol mendukung pelaksanaan kompetisi LPI pada 2011 sehingga PSSI era Nurdin Halid memberi Persema sanksi turun kasta ke divisi satu. Sanksi itu belum dicabut hingga KLB PSSI 17 Maret lalu.

    Hasil KLB berdampak buruk terhadap keuangan Persema. Produsen minuman berenergi asal Jerman yang menjadi sponsor utama, Killerfish, menarik diri sehingga manajemen kesulitan membayar gaji pemain dan pelatih.

    Bahkan, pelatih Persema asal Makedonia, Slave Radovski, mengancam mengundurkan diri karena merasa percuma melatih Persema bila nantinya tetap tak lolos ke kompetisi musim depan. Meski belum resmi mengundurkan diri, Persema telah vakum latihan sejak hampir dua pekan lalu hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

    Menurut Dito, bukan hanya Persema yang melakukan hal itu. Banyak klub LPI yang kehilangan semangat untuk terus mengikuti kompetisi. KLB tampaknya sudah menentukan klub apa saja yang boleh ikut kompetisi musim depan. ”Seharusnya LPIS mengkaji ulang keputusan kalah WO tersebut,” ujar Dito.

    Dito menegaskan, berdasarkan fakta-fakta tersebut, pangkal persoalan sebenarnya bukan pada Persema, melainkan di LPIS dan PSSI. Persema mungkin mengundurkan diri dari kompetisi LPI bila tak ada keputusan yang jelas dan adil bagi mereka dan tim-tim LPI lainnya.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.