Barca Tak Akan Lepas Valdes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjaga gawang Barcelona Victor Valdes berhasil menahan bola di leg kedua semifinal Liga Champions di stadon Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu (25/4) dini hari. REUTERS/Stefan Wermuth

    Penjaga gawang Barcelona Victor Valdes berhasil menahan bola di leg kedua semifinal Liga Champions di stadon Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu (25/4) dini hari. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Barcelona - Josep Maria Bartomeu, wakil presiden Barcelona, mengatakan La Blaugrana tidak berniat menjual penjaga gawang Victor Valdes pada musim panas tahun ini. "Kami telah berbicara dengan Valdes, dan kami jelaskan Barcelona menginginkannya bertahan," ujar Bartomeu kepada Catalunya Radio.

    Valdes kerap menjadi sasaran kritik pers Barcelona, dan dianggap sebagai satu-satunya titik lemah El Barca. Ia tertekan dan berniat meninggalkan Camp Nou--stadion Barcelona, akhir musim ini.

    Bartomeu mengatakan prioritas El Barca saat ini adalah mempertahankan Valdes sampai 2014, ketimbang menjualnya pada musim panas. Xavi Hernandez, kapten dan gelandang Barcelona, juga menginginkan Valdez bertahan. Xavi juga mengecam pers Barcelona yang memperlakukan Valdes secara tidak adil.

    Kepada sejumlah wartawan, Bartomeu mengatakan Barcelona tidak akan mengakhiri kontrak Valdes dan tidak ingin melihat penjaga gawang itu meninggalkan Camp Nou. Barcelona, kata Bartomeu, tidak ingin mendatangkan penjaga gawang baru.

    TRIBAL FOOTBALL | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Ujian Nasional
    Bom Boston Lion Air Jatuh Serangan Penjara Sleman Harta Djoko Susilo

    Berita Lainnya
    Xavi Berharap Casillas Bergabung ke Barca
    Eriksen Belum Sepakat ke Liverpool

    Tak Jadi Pemain Inti Barcelona, Song Ingin Pergi

    Terry Terima Jadi Tim Cadangan Chelsea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.