Terry Tolak Berjabat Tangan dengan Ketua FA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Chelsea John Terry setelah berhasil membobol gawang Steaua Bucharest dalam pertandingan Liga Eropa di stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis (14/3). AP/Alastair Grant

    Pesepakbola Chelsea John Terry setelah berhasil membobol gawang Steaua Bucharest dalam pertandingan Liga Eropa di stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis (14/3). AP/Alastair Grant

    TEMPO.CO, London - Ada momen yang menarik dalam acara penyerahan trofi Liga Champions kepada UEFA di Whitehall, London, Inggris, Jumat, 20 April 2013. Kapten Chelsea, John Terry, menolak berjabat tangan dengan Ketua Federasi Sepak Bola Inggris, David Bernstein.

    Terry dan beberapa rekan setimnya, seperti Frank Lampard, Petr Cech, Fernando Torres, dan Branislav Ivanovic, sudah berada di atas panggung untuk proses penyerahan piala. Setelah itu, Bernstein menyusul. Ia lalu berjabat tangan dengan Lampard, Cech, Torres, dan Ivanovic.

    Namun, ketika Bernstein menawarkan tangannya untuk bersalaman dengan Terry, jebolan akademi Chelsea itu menolaknya. Pemain berusia 32 tahun ini pura-pura tidak melihat. Momen itu terjadi tepat di hadapan bos UEFA, Michael Platini, dan Menteri Olahraga Inggris Hugh Robertson.

    Insiden itu pun memunculkan spekulasi bahwa Terry masih kesal terhadap Bernstein terkait dengan kasus rasisme bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand. Terry dijatuhkan hukuman larangan tampil dalam empat laga dan didenda 220 ribu poundsterling oleh FA, meski tidak terbukti bersalah oleh pengadilan.

    "Saya tidak berjabat tangan dengannya. Dengar, ini merupakan satu hal yang tersulit buat saya, " kata Terry. "Dia adalah salah satu orang yang berbicara pada kasus saya di pengadilan." Faktanya, Bernstein tidak berbicara di persidangan meskipun ia ketua FA.

    Terkait insiden itu, Bernstein menanggapinya dengan santai. "Hubungan saya dengan semua orang di sini benar-benar fantastis, jadi saya tidak melihat sesuatu masalah," ujarnya. "Saya pikir kita harus bicara tentang hal-hal yang lebih positif daripada omong kosong ini."

    THE SUN | SKY SPORTS | SINGGIH SOARES TONCE

    Baca Juga:
    PSSI Rayakan Ultah Bersama Anak Yatim Piatu

    De Sciglio: Saya Dulu Pendukung Juventus

    Cidera Ashley Young Tak Kunjung Pulih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.