Sriwijaya Memutus Kontrak Lima Pemainnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Sriwijaya FC. ANTARA/Nila Fu'adi

    Tim Sriwijaya FC. ANTARA/Nila Fu'adi

    TEMPO.CO, Palembang - Sriwijaya Football Club (SFC) memutus kontrak lima pemainnya, karena mengalami kesulitan keuangan dan masalah lain. Para pemain yang diputus kontraknya adalah Aliyudin, Imanuel Padwa, Sultan Samma, M. Fakhrudin, dan Taufik Kasrun. Mereka bergabung dengan SFC sejak awal musim kompetisi lalu.

    “Ada lima pemain yang akan kami lepas, salah satu sebabnya adalah soal keuangan,” kata manajer SFC, Robert Herri, di Palembang, Senin, 22 April 2013.

    Dia menambahkan, pemutusan kontrak lima pemain itu juga dimaksudkan untuk penyegaran di sejumlah lini SFC. Robert yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan ini mencontohkan penyegaran yang dilakukan manajemen SFC dengan mendatangkan dua pemain baru, Diego Michiels dan Erick Week Lewis.

    “Pemain datang dan pergi itu merupakan hal biasa dalam dunia sepak bola profesional. Kami terus mencari format terbaik, termasuk dengan mendatangkan Diego,” ujar Robert.

    Kelima pemain yang diputus kontraknya bukanlah pemain dengan penampilan yang buruk. Pelatih Kas Hartadi beberapa kali menampilkan mereka dalam pertandingan di kandang dan tandang.

    Kesulitan dana yang diklaim Robert juga dibantah Direktur Keuangan Sriwijaya FC, Augie Bunyamin. Menurut Augie, Sriwijaya FC merupakan klub yang sehat dibandingkan dengan klub-klub sepak bola di Indonesia lainnya.

    Augi menjelaskan, pemutusan kontrak pemain itu merupakan strategi untuk memenangi kompetisi Liga Super Indonesia. “Sebenarnya tidak ada persoalan dengan pendanaan Sriwijaya FC. Kebijakan itu kan merupakan salah satu langkah kami untuk menyegarkan tim,” kata Augie.

    Ia juga menegaskan manajemen SFC akan memberikan hak semua pemain yang diputus kontraknya. Pembayaran hak-hak para pemain itu, menurut Augie, merupakan bahwa bukti SFC adalah klub yang sehat secara finansial.

    "Para pemain tidak kami lepas begitu saja. Memang masih ada hak mereka yang belum sempat kami bayarkan, semisal bonus dan tungakan uang muka transfer,” Augie menambahkan.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Topik Terhangat:
    Ujian Nasional |
    Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya | Prahara Demokrat

    Berita Terpopuler:
    Hari Bumi 2013: Pergantian Musim Google Doodle

    Tersangka Bom Boston Ngetwit Setelah Ledakan

    Menteri Keuangan Diberhentikan Saat Bertugas di AS

    Erik Meijer Dinilai Tidak Pantas Jadi Direksi Garuda

    Bom Boston Marathon Versi Pelajar Indonesia di AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.