Mantan Pelatih Timnas Sindir Sepak Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivan Kolev. TEMPO/ Imam Sukamto

    Ivan Kolev. TEMPO/ Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Surakarta - Indonesia pernah memiliki dua tim nasional sepak bola karena adanya perpecahan pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Mantan pelatih timnas sepak bola Indonesia, Ivan Kolev, menilai seharusnya masyarakat Indonesia bangga memiliki dua timnas sepak bola.

    "Harus bangga karena punya dua tim. Ini pertama kalinya di dunia," kata pelatih asal Bulgaria itu kepada wartawan di Surakarta, Selasa, 23 April 2013. Tentu maksud pernyataan Kolev tersebut adalah menyindir Indonesia yang sampai memiliki dua timnas sepak bola karena perpecahan pengurusnya.

    Dia mengaku sudah dua tahun terakhir tidak menyaksikan penampilan timnas sepak bola Indonesia. Oleh sebab itu, dia tidak tahu kondisi terkini timnas. "Saya tahu timnas pecah jadi dua atau tiga tim dari kawan saya. Kalau sekarang sudah jadi satu tim, itu lebih baik," ujarnya.

    Dia menilai sepak bola Indonesia sebenarnya lebih baik dari Myanmar. Kolev yang kini melatih klub Myanmar Yangon United FC ini mengatakan kualitas klub di Indonesia masih di atas Myanmar. "Kelemahan klub di Indonesia adalah fasilitasnya tidak memadai. Sedangkan di Myanmar fasilitasnya bagus," katanya.

    Kelemahan lainnya klub Indonesia adalah tidak semua klub memiliki akademi untuk pembinaan pemain. Hanya beberapa klub besar yang memilikinya. Di Myanmar, dia mengatakan, semua klub punya akademi bahkan untuk pemain di bawah usia 12 tahun. "Kemudian tidak semua klub di Indonesia punya dokter klub. Jadi, penyembuhan pemain yang cedera tidak maksimal," ujarnya.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.