Degen: Ini Bukan Akhir Segalanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fernando Torres berusaha melewati Philipp Degen saat pertandingan Chelsea melawan Basel, di stadion St. Jakob Park, Swis (25/4). REUTERS/Pascal Lauener

    Fernando Torres berusaha melewati Philipp Degen saat pertandingan Chelsea melawan Basel, di stadion St. Jakob Park, Swis (25/4). REUTERS/Pascal Lauener

    TEMPO.CO, Basel - Pemain Bek Basel, Philipp Degen, menegaskan bahwa pertandingan semifinal Liga Europa melawan Chelsea 26 April 2013 dinihari bukan akhir dari segalanya. Meski timnya dikalahkan 2-1 oleh The Blues, pemain berusia 30 tahun ini optimistis bisa membalikkan keadaan di pertandingan leg kedua 3 Mei mendatang.

    Gol yang dicetak pemain Chelsea, David Luiz, saat injury time babak kedua sangat mengecewakan skuad Bebbi, julukan bagi FC Basel. Gol kedua Chelsea itu yang menyebabkan Basel harus rela kalah di depan ratusan ribu penggemarnya.

    Pada pertandingan leg kedua di Stamford Bridge 3 Mei nanti, Degen cs harus mencetak dengan keunggulan 2 gol  tanpa balas agar lolos ke final. Untuk mewujudkan itu semua, Degen mengaku bahwa ketika di London nanti timnya akan bermain sebaik mungkin dan tanpa beban.

    “Kami ingin mencetak dua gol di Stamford Bridge agar disaksikan semua orang,” ujar Degen. “Oleh karena itu, kita harus bermain tanpa beban.”

    Degen menambahkan, dengan pola permainan yang terus menyerang, dapat memberikan kesempatan menjebol gawang Petr Cech sebanyak mungkin. “Hal pertama yang kami lakukan adalah memiliki kesempatan yang besar untuk menyerang,” kata dia. “Dengan begitu kami akan menang.”

    SPORTS MOLE |REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Caleg Ujian Nasional Bom Boston Lion Air Jatuh Preman Yogya

    Berita Lainnya
    Liverpool Kunjungi Indonesia dengan Tim Terbaik  
    Moses Bawa Chelsea Sementara Ungguli Basel
    Gol Telat David Luiz Menangkan Chelsea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.