Tevez Rindu Boca Juniors  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Manchester City Carlos Tevez merayakan golnya setelah berhasil membobol gawang Newcastle United dalam pertandingan Liga Premier Inggris di stadion Etihad, Manchester, Inggris, Sabtu (30/3). REUTERS/Phil Noble

    Pesepakbola Manchester City Carlos Tevez merayakan golnya setelah berhasil membobol gawang Newcastle United dalam pertandingan Liga Premier Inggris di stadion Etihad, Manchester, Inggris, Sabtu (30/3). REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Manchester - Striker Manchester City, Carlos Teves, mengaku ia sangat ingin pindah ke klub semasa awal kariernya, Boca Juniors. Pemain berusia 29 tahun ini khawatir jika Manchester City akan melepasnya dengan harga tinggi, lebih dari 20 juta poundsterling atau Rp 301 miliar.

    Teves tidak merahasiakan keinginan pindahnya kepada publik. Ia berniat pindah ke klub yang membesarkan namanya itu setelah mendekati usia pensiunnya. Tetapi ia mengatakan hal itu sulit dilakukan, kemungkinan besar ia pindah ke klub Eropa lainnya.

    Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Canal 9, Senin, 29 April kemarin, pemain asal Argentina ini mengklaim merindukan suasana Boca Juniors. “JIka saya punya kesempatan untuk pindah ke sana, akan saya lakukan secepat mungkin,” ujar Teves.

    “Mungkin saya akan kembali ke Boca ketika berusia 33 tahun. Ini sangat sulit bagi klub Argentina untuk membayar sebanyak itu jika saya pindah ke sana,” ujar Teves.

    THE SUN | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Susno Duadji Gaya Sosialita Ustad Jefry Caleg Ujian Nasional


    Berita Lainnya
    Blackburn Rovers Diminta Membayar Henning Berg
    Dortmund Incar Cisse sebagai Pengganti Lewandowski
    Prasangka Pemain Veteran Bayern terhadap Barca
    Ini Jadwal Supersibuk Barcelona Sepekan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.