Juergen Klopp Lega Timnya Melaju ke Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Borussia Dortmund Juergen Klopp merayakan kemenangan atas Malaga, dan keberhasilan anak asuhnya melaju ke semifina Liga Champion. REUTERS/Ina Fassbender

    Pelatih Borussia Dortmund Juergen Klopp merayakan kemenangan atas Malaga, dan keberhasilan anak asuhnya melaju ke semifina Liga Champion. REUTERS/Ina Fassbender

    TEMPO.CO, Madrid - Pelatih Borussia Dortmund, Juergen Klopp, mengaku lega timnya berhasil melaju ke babak final Liga Champions. Pada pertandingan dinihari tadi, Die Schwarzgelben--julukan Dortmund--hampir kandas jika lawannya, Madrid, menambah satu gol lagi.

    Saat mengunjungi Bernabeu, Dortmund telah membawa bekal keunggulan skor 4-1 pada pertandingan leg pertama di Signal Iduna Park, pekan lalu. Mereka mulai khawatir saat Karim Benzema mencetak gol ke gawang pasukan kuning-hitam itu pada menit ke-82.

    Enam menit kemudian, pemain gelandang Real Madrid, Sergio Ramos, menambah keunggulan satu gol. Dortmund kalah 2-0 menjelang akhir pertandingan. Real Madrid butuh satu gol lagi untuk menjejakkan kaki di final Liga Champions yang diselenggarakan di Wembley, 25 Mei mendatang waktu setempat.

    Manajer murah senyum berusia 45 tahun ini menegaskan, tanggung jawabnya lebih besar saat pertandingan final nanti. Hal ini diungkapkannya setelah timnya waswas oleh aksi dan dua gol mencemaskan yang dihasilkan lawannya, Real Madrid, dinihari tadi.

    “Itu sedikit dramatis, meskipun kami memiliki banyak peluang pada serangan balik,” kata Klopp. “Kami sangat tahu Madrid akan bermain agresif. Kami bisa menenangkan situasi pada menit ke-20 dan ke-25. Namun kami lalai mempertahankannya sehingga kecolongan dua gol pada babak kedua.”

    Dortmund beruntung tidak kebobolan pada awal pertandingan setelah Real Madrid membombardir pasukan kuning-hitam itu. Akan tetapi, pada pertandingan final nanti, Klopp tak ingin bergantung pada keberuntungan lagi.

    “Kami tahu bahwa tim seperti kami ini sangat membutuhkan sejumlah keberuntungan untuk mencapai final,” ujar manajer yang selalu rendah hati ini. “Akan tetapi, pada pertandingan besar (final) nanti, keberuntungan itu kami ubah sebagai peluang.”

    ESPNFC | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Harga BBM
    Susno Duadji Gaya Sosialita Ustad Jefry Caleg

    Berita Lainnya
    Bekuk Dortmund, Madrid Tetap Gagal ke Final
    Liga Champions, Madrid Harus Menyerang Sejak Awal
    MU dan PSG Bersaing Mendapatkan Ronaldo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.