Stand Up Comedian Rasisme, PFA Minta Tarik Honor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraih penghargaan Pesepakbola Profesional Inggris Terbaik dan Pesepakbola Muda Terbaik, Gareth Bale dari tim Tottenham Hotspur berpose bersama piala yang ia peroleh di ajang PFA Player of the Year Awards 2013 di Hotel Grosvenor House, London, Inggris, Minggu (28/4). AP/PA

    Peraih penghargaan Pesepakbola Profesional Inggris Terbaik dan Pesepakbola Muda Terbaik, Gareth Bale dari tim Tottenham Hotspur berpose bersama piala yang ia peroleh di ajang PFA Player of the Year Awards 2013 di Hotel Grosvenor House, London, Inggris, Minggu (28/4). AP/PA

    TEMPO.CO, London - Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional (PFA) menginginkan komedian Reginald D. Hunter untuk mengembalikan honor tampilnya di acara penghargaan tahunan PFA Awards, Minggu waktu setempat, 28 April 2013. Hal ini terkait humor rasisme yang diucapkannya saat pertunjukan stand up comedy di sela-sela acara yang menobatkan banyak bintang lapangan sebagai pemain terbaik itu.

    Hunter, pria berusia 44 tahun kelahiran Albany ini, adalah seorang stand up comedian yang cukup populer di Inggris. Pada penampilannya di malam penghargaan PFA Awards Minggu kemarin, pria berkulit hitam ini sering melontarkan kata "negro" pada setiap set pertunjukannya.

    Negro adalah istilah penghinaan yang mengacu untuk seorang budak. Sejak tahun 70-an, kata "negro" sudah tidak digunakan karena dianggap mendiskreditkan ras berkulit hitam. Sedangkan orang atau ras berkulit hitam lebih senang disebut "black".

    Ketua PFA, Clarke Carlisle, mengatakan, ia malu kepada segenap penonton yang datang di acara itu atas lawakan yang dilontarkan Hunter. Wakil Kepala Eksekutif PFA, Bobby Barnes, akan menuntut ganti rugi kepada Hunter. Hunter diminta mengembalikan honor yang diberikan PFA.

    “Untuk hal itu, kami sudah berdiskusi dengan pengacara kami, tinggal menunggu kabar selanjutnya dari mereka,” kata Barnes kepada Telegraph, Selasa waktu setempat, 30 April 2013.

    “Apabila dia dibayar terlalu banyak, kami jelas sangat kecewa. Kami memiliki audiens yang sangat beragam pada acara itu,” ujar Barnes. “Itu sangat rasisme dan mengecewakan semua pihak. Hunter harus bertanggung jawab dengan mengembalikan seluruh honornya kepada kami.”

    GUARDIAN |TELEGRAPH | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Harga BBM Susno Duadji Gaya Sosialita Ustad Jefry Caleg

    Berita Lainnya
    Bekuk Dortmund, Madrid Tetap Gagal ke Final
    Liga Champions, Madrid Harus Menyerang Sejak Awal
    MU dan PSG Bersaing Mendapatkan Ronaldo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.