Messi Sudah Tahu Dirinya Tidak Bakal Main

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi duduk di bangku cadangan bersama official Barcelona saat semifinal Liga Champions, stadion Camp Nou (1/5). REUTERS/Sergio Perez

    Lionel Messi duduk di bangku cadangan bersama official Barcelona saat semifinal Liga Champions, stadion Camp Nou (1/5). REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Barcelona - Lionel Messi ternyata sudah tahu bakal diparkir di bangku cadangan, ketika Barcelona melawan Bayern Muenchen di Nou Camp, Rabu dinihari tadi. Pada sesi latihan pagi sebelum bentrok, Messi diberitahu oleh sang pelatih, Tito Villanova, kalau dirinya tidak layak main.

    Menurut Villanova, sangat berisiko memaksa Messi untuk main. Kendati sudah sempat bertanding kala Barcelona bertemu Athletic Bilbao di La Liga pekan lalu--saat itu Messi berhasil membuat gol hebat --Messi mengaku pada Villanova kalau dirinya mengalami sedikit gangguan yang aneh.

    "Dia bermain di Bilbao karena dia mengatakan sudah merasa sedikit lebih baik. Dia membuat perbedaan di pertandingan tapi di akhir pertandingan ia mengeluh sakit aneh," kata Villanova kepada AS, Rabu, 2 Mei 2013. "Dia tidak cedera tapi hanya tidak merasa baik."

    Messi sebenarnya sempat mengikuti sesi latihan pagi sebelum pertandingan Barcelona vs Muenchen. Namun jelang pertandingan, Messi mengaku ke Villanova kalau dirinya belum merasa benar-benar dalam kondisi yang baik.

    "Dia adalah pemain yang sangat eksplosif sehingga selalu ada kemungkinan dia bisa berakhir dengan cedera otot yang serius dan kami memutuskan itu tidak layak untuk mempertaruhkan dirinya," tambah Villanova.

    AS | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Pep: Cruyff Tokoh di Balik Kesuksesan Barcelona
    Persija Tambah Enam Pemain Baru
    Asisten Pelatih Arema Cronous Jr Terancam Deportasi

    Silva: Milan Selalu di Hati Saya

    Manchester City Segera Dapatkan Fernandinho 

    Musim Depan, Arsenal Bersaing di Jalur Juara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.