Thierry Henry Bergaji Tertinggi di Liga Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thierry Henry. REUTERS/Mike Segar

    Thierry Henry. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, New York - Penyerang New York Red Bulls, Thierry Henry, mencatatkan diri sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Sepakbola Amerfika Serikat, Major League Soccer (MLS), selama dua musim berturt-turut. Pemain Prancis itu mengungguli penyerang Los Angeles Galaxy, Robbie Keane.

    Seperti dilansir NBCSports, Selasa, 7 Mei 2013, Henry tetap menempati urutan teratas meski gaji pokoknya mengalami penurunan. Sebelumnya, Henry memperoleh bayaran sebesar US$ 5 juta (Rp 48 miliar), namun turun menjadi US$ 3.75 juta (Rp 36 miliar). Menurut MLS Player Union, total gaji Henry turun dari US$ 5,6 juta (Rp 54 miliar) menjadi US$ 4,35 juta (Rp 42,3 miliar).

    Keane sebenarnya mendapatkan gaji pokok yang lebih tinggi daripada Henry, yaitu sebesar US$ 4 juta (Rp 38 miliar). Namun, pendapatan total pemain asal Republik Irlandia itu hanya mencapai US$ 4,33 juta (Rp 42,1 miliar).

    Rekan setim Henry, Tim Cahill, berada di urutan ketiga dengan pendapatan pokok sebesar US$ 3,5 juta (Rp 34 miliar). Secara total pemain asal Australia itu memperoleh bayaran sebesar US$ 3,6 juta (Rp 35 miliar).

    Di posisi keempat ada pemain gelandang LA Galaxy, Landon Donovan. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Amerika Serikat itu memperoleh pendapatan sebesar US$ 2,5 juta (Rp 24 miliar). Penyerang Montreal Impact, Marco Di Vaio, melengkapi daftar lima besar pemain bergaji tinggi di MLS dengan bayaran US$ 1,9 juta (Rp 18 miliar).

    NBCSPORTS | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Kakak Pemain MU Ini Pimpinan Gangster

    Supporter Dortmund Menggila Jelang Final Champions

    PSSI Akan Gelar Turnamen Pemanasan SEA Games

    Di Stefano, Legenda Real Madrid, Kawini Gadis Muda 

    Manajemen PSSI Berubah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.