Kalah Telak Oleh Muenchen, Ini Komentar Indobarca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trofi Piala Liga Champions dipajang dalam acara

    Trofi Piala Liga Champions dipajang dalam acara "meet the trophy" di Gandaria City, Jakarta, Rabu (10/4). PT Multi Bintang Indonesia Niaga menghadirkan piala Champions untuk pertama kalinya sejak tujuh tahun terakhir hingga 14 april 2013 dan akan dihadiri legenda Liverpool Steve Mcmanaman dan Arsenal/Barcelona Freddie Ljunberg. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta-Barcelona kalah telak di dua pertandingan semifinal Liga Champions melawan Bayern Muenchen beberapa waktu lalu. Kekalahan itu diberitakan akhir dari sepakbola tiki-taka sebagai taktik pola permainan Blaugrana.

    Akan tetapi para member Indobarca tetap optimistis dan mendukung FC Barcelona apapun keadaannya. Seperti yang diungkapkan oleh Andhika Restu, sekretaris Indobarca Chapter Jakarta.

    Restu mengungkapkan bahwa tiki-taka adalah filosofi permainan Barca yang dituangkan dalam bentuk pola permainan di lapangan. Filosofi itu tidak akan pudar begitu saja pada Blaugrana. Kekalahan di dua leg pertandingan semifinal Liga Champions kemarin lebih kepada cidera yang dialami beberapa pemain inti Barca, terutama di lini belakang. Javier Mascherano, Carles Puyol masih berada di ruang perawatan. Sedangkan Adriano belum pulih seutuhnya.

    Sedangkan andalan Barca di lini depan, Messi dalam kondisi yang kurang sehat. Seolah dipaksa untuk tampil pada leg pertama di Allianz Arena. Tampak jelas Messi tidak dapat berbuat banyak pada pertandingan itu, gerakannya lamban dan mudah ditebak. Berbeda seperti biasanya Messi bisa bermain dengan indah dan mengejutkan bagi tim lawannya.

    Sehubungan dengan pengaruh Messi pada permainan Blaugrana, Restu mengatakan. “Separuh nyawa dari permainan Barca ada dalam diri Messi, terutama di musim ini.”

    Restu menjelaskan bahwa pertandingan di putaran pertama Liga Champions, Barca tidak terkalahkan, namun jarangnya rotasi berbuah negatif pada akhir musim, termasuk match di Liga Champions.  Beberapa pemain nampak kurang sehat.

    Terlihat Xavi dan Iniesta nampak tidak terlalu bugar karena kelelahan. Di sisi lain Munchen bermain efektif dengan memanfaatkan faktor fisik yang lebih tinggi sehingga mudah untuk memenangkan duel bola atas.

    “Prestasi Barca yang selalu masuk semifinal Liga Champions dalam 6 musim berturut-turut dengan 2 gelar juara di musim 2008/2009 dan 2010/2011 membuktikan bahwa Barca masih merupakan kekuatan sepakbola yang menakutkan di Eropa,” ungkap Restu.

    REZA ADITYA RAMADHAN

    Berita Terkait
    Di Bandung, Pengurus Indobarca Menulis Buku
    Ingin Gabung dengan Indobarca? Ini Persyaratannya

    Di Indonesia Timur Ada Nobar Sehat

    Anggota Indobarca: Aku Sayang David Villa

    Kekeluargaan, Kepedulian Menyatu di @Indobarcelona

    Dibilang Fans Karbitan, Ini Kata Indobarca

    Indobarca Pelepas Dahaga Fans Barcelona



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.