Cafe Satu, Simbol Munchen di Pontianak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Bar, atau cafe, bagi fans tradisional di Inggris adalah simbol. Di sana, mereka minum bir sambil menikmati obrolan tentang klub mereka. Dan biasanya, mereka punya bar tetap yang dimiliki oleh anggota firma atau simpatisan mereka.

    Tradisi fans berkumpul di bar kemudian menjalar ke seantero dunia. Di Pontianak ada bentuk semacam itu. Cafe Satu, yang terletak di Jalan Putri Candamidi, kini telah menjadi simbol bagi FC Bayern Fan Indonesia Regional Pontianak. "Cafenya punya kita sendiri. Karena yang punya member kita," kata Ketua FCBFI Regional Pontianak Edo Pradana Prasitha, 25 tahun. "Cafenya kita kasih logo-logo Munchen, dan tulisan-tulisan tentang Munchen."

    Seminggu setelah Cafe Satu dibuka, FCBFI Regional Pontianak diresmikan pada 17 Februari 2013. Sang pemilik Cafe, Miftahul Rakhman, menawarkan tempatnya dijadikan markas regional saja. Rakhman dulunya kuliah di Pontianak. Setelah lulus dia mulai membuka cafe. "Untuk masalah pemasukan, kita tetap masing-masing. Bentuknya sederhana, cuma ruko 2 lantai, dan hanya menyediakan minuman dan makanan ringan , dan free hotspot," tambaj Edo.

    FCBFI Pontianak mengaku diuntungkan dengan keberadaan Cafe Satu. "Kami, fans Munchen di Pontianak, sebenarnya sudah ada sejak empat-lima tahun yang lalu," kata Edo. Namun karena belum ada komunitasnya susah bagi Edo dan kawan-kawan untuk menghimpun diri. "Kini fans Munchen di Pontianak sangat senang, ternyata fans Munchen sudah ada komunitasnya. Nonton bareng sudah punya tempat tetap, kopi darat regional juga."

    Cafe Satu sebenarnya tidak dikhususkan untuk fans Munchen saja. Namun karena rata-rata anggota FCBFI Pontianak yang kini berjumlah 160 orang itu sudah merasa nyaman di Cafe Satu, saat bukan kegiatan FCBFI pun, Cafe Satu sudah menjadi tujuan wajib. Sepengatahuan Edo, hanya Munchen satu-satunya fans klub di Pontianak yang sudah punya markas tetap. "Di Pontianak ini fans klub lainnya nyewa tempat," tambah Edo. (Baca juga: Edisi Khusus Fans Bola)

    KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Jamu Persela, Persib Waspadai Aksi Gustavo Lopez

    Fakta-fakta Menarik Jelang MU Vs Swansea
    Bigreds Siap Menyambut Liverpool
    Aimar Sebut Chelsea Tim Lemah
    Mourinho-Casillas Beri Ucapan Selamat ke Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.