Nasib Rumaropen Ditentukan Jumat Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Pelita Bandung Raya Rendi Saputra membawa bola dalan penjagaan sejumlah pemain Persiwa Wamena pada laga Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, (21/4). TEMPO/Prima Mulia

    Pemain Pelita Bandung Raya Rendi Saputra membawa bola dalan penjagaan sejumlah pemain Persiwa Wamena pada laga Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, (21/4). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasib pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Rumaropen, akan ditentukan pada sidang komisi banding Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jumat pekan ini, 19 Mei 2013. Dalam sidang itu, komisi banding tidak akan menghadirkan Pieter.

    Menurut Ketua Komisi Banding PSSI, Muhammad Muhdar, urusan pengumpulan dan penilaian fakta ada pada komisi disiplin. "Kan komisi disiplin sudah melihat rekamannya, jadi tidak perlu lagi Rumaropen dihadirkan," kata Muhdar saat dihubungi, Senin, 13 Mei 2013. "Kami hanya menilai pertimbangan hukum komisi disiplin," kata dia.

    Muhdar mengatakan semua anggota komisi banding telah menerima berkas banding dari pihak manajemen Persiwa Wamena. "Mereka sudah saya minta mempelajarinya. Jadi hari Jumat kami siap bersidang," ia berujar.

    Komisi banding, kata Muhdar, akan mengusahakan agar sidang hanya dilakukan satu kali. "Tidak baik menggantungkan nasib orang terlalu lama," kata dia. Muhdar mengatakan, pihak Pieter Rumaropen telah memenuhi syarat dengan mengajukan banding kurang dari 14 hari sejak komisi disiplin memberi keputusan.

    Muhdar mengatakan, sidang komisi banding ini adalah harapan terakhir Pieter. Keputusan komisi banding bersifat final. "Saya meminta anggota komisi banding berhati-hati dalam memutuskan," ujar Muhdar. "Ini adalah pelanggaran serius."

    Sebelumnya, komisi disiplin PSSI menghukum Pieter dengan larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola Indonesia seumur hidup lantaran memukul wasit Muhaimin saat Persiwa Wamena bertanding melawan Pelita Bandung Raya 21 April lalu. Keputusan menjatuhkan hukuman itu diambil dalam sidang tertutup yang tidak dihadiri Pieter.

    Pieter memukul wasit Muhaimin lantaran tidak terima dengan keputusan Muhaimin memberi hadiah tendangan penalti kepada Pelita Bandung Raya di menit ke-82. Seusai kejadian itu, Muhaimin menyatakan siap dievaluasi oleh komite wasit soal keputusannya.

    GADI MAKITAN

    Topik Terhangat:
    Teroris
    | E-KTP |Vitalia Sesha| Ahmad Fathanah| Perbudakan Buruh


    Berita Lainnya:

    Pengamat Hukum: PKS Tidak Salah  

    Kisah Buruh Panci yang Kabur dan Ditangkap Tentara  

    Angkringan Tak Sehat Sumber Penularan Hepatitis A  
    Ratusan Penumpang Citilink Mengamuk di Adisutjipto
    Polisi Takut Tangkap Anggota TNI Beking Bos Panci  
    Ahmad Fathanah Minta Sefti Tak Meninggalkannya  
    Perumahan Petinggi PKS di Condet Tertutup Rapat



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.