Musim Depan, Giovinco Tetap di Juventus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Juventus Sebastian Giovinco. AP/Massimo Pinca

    Pesepakbola Juventus Sebastian Giovinco. AP/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Turin - Sebastian Giovinco tidak akan meninggalkan kampiun Seri-A Liga Italia 2012/2013, Juventus, pada jendela transfer musim panas nanti. "Giovinco masih menjadi bagian dari rencana Antonio Conte," tutur perwakilan Giovinco, Andrea d'Amico, kepada SportItalia, Sabtu, 18 Mei 2013.

    Giovinco diisukan bakal dilepas Juventus setelah musim ini berakhir lantaran tak mampu memberikan kontribusi signifikan. Menurut D'Amico, penampilan kliennya di musim ini justru cukup memuaskan. Meski kerap dibekap cedera, pemuda berkepala plontos itu tetap rajin mencetak gol.

    "Giovinco sudah mencetak 10 gol di sepanjang musim ini, di mana para penyerang menjadi bagian dari sistem rotasi," ucap pria berpaspor Italia ini. "Sementara Giovinco kerap cedera." Secara keseluruhan, D'Amico menambahkan, kliennya sudah melakukan tugasnya dengan fantastis.

    Bila Giovinco tak akan hengkang dari Juventus, lain halnya dengan Claudio Marchisio. Gelandang yang dijuluki Il Principino itu dikabarkan bakal dilepas Juventus pada jendela transfer musim panas ini. Namun, La Vecchia Signora belum menentukan harga jual pemain tim nasional Italia itu.

    Menurut laporan surat kabar olahraga Italia, Tuttosport, Manchester United berada di barisan terdepan untuk mendapatkan tanda tangan Marchisio. Sebab, klub tersukses di Liga Primer Inggris ini adalah klub yang paling ingin mendapatkan tanda tangan jebolan akademi Juventus itu.

    GOAL | SINGGIH SOARES TONCE

    Baca Juga:
    Albiol: Ini Musim Terburuk Madrid

    ASEAN Ingin Gelar Piala Dunia 2034 

    Salam Perpisahan Mancini kepada Suporter City


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.